Wabah Virus Corona
Tak Takut Tertular Virus Corona, Warga Iran Tetap Menjilat Tempat Suci Dalam Tradisi Mereka
Farahani mengatakan 50 kematian di Qom pada 13 Februari 2020, sedangkan Iran pertama kali secara resmi melaporkan kasus virus pada 19 Februari.
Laporan Agus Ramadhan | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Iran dituding gagal dalam mencegah penyebaran virus Corona di negaranya setelah sebuah video menjilat tempat suci beredar di media sosial.
Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan orang-orang menjilati pintu dan gundukan pemakaman di dalam kuil Fatima Masumeh di Qom.
Mereka menentang perintah yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan Iran.
Dilansir dari dailymail.co.uk pada Selasa (3/3/2020), mereka dalam video itu dengan berani menyatakan bahwa mereka 'tidak peduli apa yang terjadi'.
Bahkan jika mereka harus terkena infeksi virus Corona sekalipun.
Para ulama di Iran telah menolak untuk menutup Qom, meskipun kota suci itu telah tedampak wabah dan membatasi peziarah untuk penyebaran virus Corona di Timur Tengah.
• Virus Corona Mewabah, Mau Beli Bbbble Tea Warga China Harus Antre 1,5 Meter dan Diperiksa Suhu Tubuh
• Mengharukan, Pisah Sejak Umur 5 Hari, Rifal Bertemu Kembali dengan Ibu Kandung di Usia 14 Tahun
• Virus Corona Masuk Indonesia, Apakah Perawatannya Ditanggung BPJS?
Iran saat ini sedang berjuang mengatasi kekurangan tenaga medis yang diperparah dengan sanksi AS.
Akibatnya, pasokan masker dan alat medis lainnya terbatas.
Seorang yang menjilat kuil di kota suci Muslim Syi'ah menuntut orang berhenti untuk menakut-nakuti orang lain tentang virus Corona.
Seorang anak bahkan dipuji karena menjilati pintu tersebut di tengah kekahawatiran virus Corona.
Seorang jurnalis, Masih Alinejad, mengatakan bahwa dengan membuka situs keagamaan seperti ini, pemerintah telah 'membahayakan kehidupan Iran dan dunia'.
Iran memiliki angka kematian tertinggi kedua di luar China dan para menteri di Teheran telah meningkatkan upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Saat ini, setidaknya 1.501 orang terinfeksi dan 66 orang tewas.
Setiap harinya mobil yang berisi obat disinfektan menyemprot jalan, tempat suci, taman umum, tempat sampah, toilet umum dan pasar di Qom, Teheran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kuil-8484.jpg)