Serambi Award 2020
Satu Gampong Satu Hafiz
Carbaini mengatakan, para hafiz ini dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi pengajar Alquran dan imam di setiap gampong yang ada di Aceh Besar.,,,
SATU GAMPONG SATU HAFIZ
PADA pertengahan 2019 lalu, tepatnya 14 Juli, Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali meresmikan program Tahfi zul Quran SMPN 3 Fauzul Kabir di Masjid Al-Munawwarah Kota Jantho.
Dalam program ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menargetkan bisa melahirkan satu hafi z di satu gampong. Program tahfiz ini adalah aktualisasi dari program satu gampong satu hafiz, tujuannya untuk mencetak generasi muda Aceh Besar menjadi generasi insan qurani. Para peserta yang direkrut merupakan putra terbaik dari gampong-gampong yang ada di Aceh Besar.
• Live Streaming Anugerah Serambi Award 2020 Langsung dari Hermes Palace Banda Aceh
“Kita ada 604 gampong di Aceh Besar, target kita adalah melahirkan satu hafiz di satu gampong melalui program ini. Ini program Pak Bupati dan juga Pak Wakil Bupati agar generasi Aceh Besar tumbuh menjadi insan qurani,” kata Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar, Carbaini SAg.
Program Tahfizul Quran ini, menurut Carbaini, di bawah Dinas Pendidikan Aceh Besar dengan skema pemberian beasiswa bagi para calon hafiz yang direkrut. Setiap para calon hafiz yang direkrut mereka adalah pelajar pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dari tiap-tiap desa di Aceh Besar.
Nantinya, para calon hafiz ini akan ditempa ilmu Alquran mulai tajwid, tahsin, dan tahfi z. Mereka akan diasramakan untuk menjalani program tahfiz dalam waktu atau kurikulum yang telah ditetapkan.
“Keinginan pemerintah di bawah pimpinan Pak Bupati sangat besar untuk menciptakan hafiz di Aceh Besar, mereka nantinya yang akan menjaga dan menghafal Alquran secara lisan,” katanya.
• Malam Anugerah Serambi Award, Dihadiri Plt Gubernur Aceh, Wali Nanggroe, Ketua DPRA dan Para Bupati
Carbaini mengatakan, para hafiz ini dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi pengajar Alquran dan imam di setiap gampong yang ada di Aceh Besar. Karena selama ini, khusus untuk imam shalat, dibutuhkan para generasi muda yang benarbenar mengaplikasikan ilmu Alquran sejak usia remaja.
• Merapi Kembali Erupsi, Sejumlah Desa di Boyolali Terkena Dampak Hujan Abu
• BREAKING NEWS - Kejaksaan Subulussalam Geledah Kantor BPKD dan DPUPR, Ini Kasusnya
“Nanti jika sudah selesai program ini, mereka pulang ke kampung masing-masing, menjadi imam di sana, agar hafalannya bagus, bacaannya bagus, mulai dari tajwidnya dan juga tahsinnya. Lebih dari itu bisa mengajar juga di desa masing-masing, itu harapan Pak Bupati,” katanya.
Saat ini, lanjut Carbaini, peserta yang sudah direkrut untuk program tersebut sebanyak 100 orang. Tahun ini, Pemerintah Aceh Besar akan kembali merekrut calon hafiz tersebut. “Yang sudah kita rekrut sebanyak 100 orang, tahun ini kita rekrut lagi. Semoga program ini benar-benar melahirkan generasi Aceh Besar menjadi generasi insan qurani yang mencintai dan menjaga Alquran,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/carbaini-kadis-syariat-abes.jpg)