Serambi Award 2020

Budidaya Jagung di Sentra Sawit

Dengan kondisi iklim dan ketersediaan lahan di Kota Subulussalam, maka jagung cukup berpeluang dikembangkan.

Editor: IKL
for Serambinews.com
Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur menyerahkan sertifikat Serambi Award 2020 kepada Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian Bintang. 

Budidaya Jagung di Sentra Sawit

Serambi Award 2020 Subulussalam
Serambi Award 2020 Subulussalam (for Serambinews.com)

TANAMAN jagung merupakan komoditas yang punya prospek di Kota Subulussalam. Pemasarannya sangat mudah, karena dibutuhkan oleh warga lokal dan bahkan mancanegara.

Hingga kini pun, Indonesia masih mengimpor jagung. “Penanaman jagung sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya tinggi. Untuk Subulussalam sangat cocok dikembangkan,” kata H Affan Alfian Bintang SE, Wali Kota Subulussalam, kepada Serambi, pekan lalu.

Kecuali itu, Wali Kota Affan Bintang dan Wakil Wali Kota Salmaza bertekad bahwa selama memimpin Subulussalam mereka terus berupaya mengonversi usaha masyarakat. Jika selama ini mayoritas warga bermata pencarian di bidang perkebunan kelapa sawit, ke depan diharapkannya beralih ke tanaman palawija yang lebih menguntungkan, terutama jagung.

Untuk itulah, mulai tahun 2020 Affan Bintang memfokuskan anggaran untuk sektor pertanian, khususnya untuk peningkatan produksi jagung. Didukung melalui tiga mata anggaran, Pemko Subulussalam menargetkan tanaman jagung seluas 3.500 hektare.

Dengan kondisi iklim dan ketersediaan lahan di Kota Subulussalam, maka jagung cukup berpeluang dikembangkan. Selama ini penanaman jagung belum mengarah ke pendirian industri yang menghasilkan nilai tambah. Namun, Affan Bintang optimis, per lahan tapi pasti, warga akan membudidayakan tanaman jagung.

Lagi, Kecelakaan Maut di Peureulak, Mobil Tabrak Pengendara Sepmor

MEMERIKSA JAGUNG - Wali Kota H Affan Alfian Bintang SE memeriksa buah jagung yang siap panen di Desa Pasar panjang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Rabu (12/2/2020).
MEMERIKSA JAGUNG - Wali Kota H Affan Alfian Bintang SE memeriksa buah jagung yang siap panen di Desa Pasar panjang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Rabu (12/2/2020). (for Serambinews.com)

Apalagi pasar jagung kini sangat besar, utamanya untuk industri pakan ternak. “Jagung merupakan salah satu komoditas palawija yang sampai sekarang banyak diimpor dari luar negeri, terutama untuk pakan ternak,”

tandas Wali Kota. Dikatakan, kebutuhan pakan ternak terhadap jagung sangat besar, sedangkan produksi terbilang rendah. Oleh karena itulah, Subulussalam coba mengisi kekosongan stok pasar.

Politisi Partai Hati Nurani Rakyat ini mengatakan, pola penanaman jagung bisa saja dibarengi dengan tanaman padi atau di celah pohon kelapa sawit yang masih kecil. Semua itu upaya untuk mengoptimalkan hasil produksi.

Di sisi lain, suami Ny Hj Mariani Harahap SE ini mengakui semua program yang digagasnya tidak akan berjalan dengan optimal tanpa dukungan masyarakat. Alhamdulillah, kata Wali Kota, kini sudah banyak warga yang membudidayakan jagung, karena mereka sudah merasakan keuntungan yang lebih pasti.

Rundeng dan Sultan Daulat adalah dua kecamatan yang warganya sudah ‘demam’ jagung. Di Kecamatan Rundeng, ada 600-an hektare lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya jagung.

Dengan dukungan anggaran hingga Rp 2 miliar dalam APBK tahun ini, Affan Bintang optimis berbagai kebijakannya akan berhasil. “Warga mulai bersemangat karena sudah merasakan tingginya pendapatan dengan menanam jagung dibandingkan komoditas lain,” tandas Wali Kota Subulussalam itu.

RENCANA KAWASAN PRODUKSI JAGUNG :

• Kecamatan Simpang Kiri

• Kecamatan SultanDaulat

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved