Akses Jalan ke Sekolah Ditutup Pengusaha, Murid SD Ini Harus Panjat Tembok Tinggi
Meski pun beresiko fatal bagi keselamatan mereka, namun para siswa ini terpaksa melakukannya karena akses jalan lain terlalu jauh.
Menurut Engel, sejak kelas satu SD bahkan TK, mereka melalui jalur itu, namun saat ini sudah dibangun pagar tembok, sehingga mereka harus naik atau panjat pagar tembok setiap hari.
• Harimau yang Ditangkap Berjenis Kelamin Betina, BKSDA Aceh: Yang Berkeliaran Salah Satunya Cidera
• Mujahid 212 Tolak Ahok, Pimpinan MPR: Nanti Presiden yang Pertimbangkan
• Arab Saudi Tangguhkan Umrah, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj: Itu Namanya Uzur Syari
Khawatir keselamatan siswa
Murid SD Kristen Petra AlaKOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Kepala Sekolah SD Kristen Perta Alak, Frengky kase mengatakan, kalau tembok itu dibangun tiga bulan lalu.
Sejak tembok itu dibangun, kata Frengky, para murid sering terlambat ke sekolah karena perjalanan memakan waktu 20 sampai 25 menit.
Sambungnya, biasanya para murid hanya butuh waktu 5 sampai 10 menit untuk sampai ke sekolah.
Selain keterlambatan, lanjut Frengky, akibat pembangunan tembok juga berdampak terhadap keselamatan para murid.
"Saat memanjat bisa saja mereka jatuh dan luka, dan ini yang perlu kita harus antisipasi dengan berupaya mediasi dengan pihak kelurahan dan juga pemilik lahan tersebut," katanya.
Hingga saat ini setelah mediasi belum ada solusi untuk persoalan ini.
"Sudah 1 bulan kami menunggu tapi belum ada solusi sama sekali, baik itu dari pihak kelurahan dan juga pemilik lahan tersebut yang kami dengar milik Pitoby," katanya.
Dirinya berharap, kebijakan dari pihak pemerintah seperti wali kota, gubernur, DPRD, serta pemilik lahan untuk segera menyelesaikan persoalan ini.
• Terinspirasi Adegan Film, Siswi SMP Bunuh Bocah 6 Tahun, Mayatnya Disembunyikan di Lemari
Masih menunggu tim dari BPN Kupang
Sementara itu, Lurah Penkase Oeleta, Felipus Mau mengatakan, jalan itu ditutup oleh dua pengusaha yakni Pitoby dan Yano Laimonta atau Caicong.
"Jalan ini ditutup membuat anak sekolah agak sulit ke sekolah. Ini yang kita ingin lihat kembali," ujar Felipus saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (6/3/2020) sore.
Mengenai masalah itu, Felipus mengaku sudah melakukan mediasi dengan sejumlah pihak, termasuk Pitoby dan Caicong agar jalan itu bisa diberikan kepada masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/murid-sd-kristen-petra-ala.jpg)