Breaking News

Berita Subulussalam

Harimau Dipindahkan Ke Kandang Evakuasi, BKSDA Aceh Tunggu Harimau Lain Tertangkap

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memindahkan satu ekor harimau sumatera yang ditangkap di Desa Singgersing Subulussalam

Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Satu ekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang selama ini berkeliaran di permukiman penduduk serta areal perkebunan di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam dikabarkan masuk perangkap yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Sabtu (7/3/2020) malam. 

Sementara di sekitar lokasi jebakan terdengar auman harimau berkali-kali  yang diduga induknya.

Bahkan menurut keterangan warga termasuk Kakek Sarwani Sabi alias Carwani mengatakan semalam pascaditangkap induknya mendekat ke kandang jebakan.

“Tadi malam induknya itu datang ke dekat kandang jebakan,” kata Carwani.

VIDEO - Seekor Harimau Sumatera Masuk Perangkap di Subulussalam

Rombongan tim mesid Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh tiba di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam, Sabtu (7/3/2020).

Kedatangan tim medis bersama pihak BKSDA Aceh ini guna memeriksa kondisi harimau sumatera yang masuk dalam perangkap beberapa hari lalu.

Pantauan Serambinews.com, sebelum ke lokasi tim BKSDA Aceh menggelar pertemuan dengan Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono di sebuha kafe di Subulussalam.

Pertemuan dalam rangka koordinasi upaya penyelamatan satwa liar di Desa Singgersing.

”Kami koordinasi dulu dengan pihak kepolisian setelahnya baru ke lokasi,” kata Hadi Sofyan, kepala Seksi Wilayah II BKSDA Subulussalam.

Sekitar pukul 16 .00 WIB, tim BKSDA Aceh bersama pihak medis tiba ke Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Tampak pula aparat kepolisian bersenjata mendampingi proses penyelamatan satwa di daerah ini.

Berdasarkan keterangan pihak BKSDA bidang penyelamatan satwa, kondisi harimau sehat. Adapun harimau yang ditangkap merupakan anakan namun sudah pradewasa.

Harimau itu, kata BKSDA dalam kondisi sehat sehingga dapat ditranslokasi.

Namun hal ini dilihat apakah ada hutan yang tepat untuk menjadi habitatnya. Selain itu, ada lagi harimau yang merupakan induk masih berkeliaran.

Harimau berkeliaran itu dikabarkan mengalami cidera bagian kaki yang diduga disebabkan jerat.

Bahkan berkeliarannya harimau ini di sekitar Subulussalam akibat cidera yang dialami sang harimau tersebut.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved