Breaking News:

Salam

Libur Bukan untuk Liburan

Sejak kemarin semua sekolah dan madrasah semua tingkatan yang ada di Aceh diliburkan selama dua minggu terhitung sejak Senin (16/3/2020)

HUMAS BANDA ACEH
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman resmi meliburkan seluruh sekolah di Banda Aceh mulai Senin (16/3/2020), demi mencegah penyebaran virus corona. 

Sejak kemarin semua sekolah dan madrasah semua tingkatan yang ada di Aceh diliburkan selama dua minggu terhitung sejak Senin (16/3/2020) hingga Minggu (29/3/2020) mendatang. Langkah tersebut diambil sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir penyebaran virus Corona. Sedangkan siswa yang ikut ujian akhir tetap mengikutinya di sekolah masing‑masing sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Dinas Pendidikan Aceh memutuskan hal itu menindaklanjuti instruksi Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT. Sedangkan Kanwil Kemenag Aceh mengambil kebijakan tersebut untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 069‑08/2020 Tanggal 9 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid‑19 pada Area Publik di Lingkungan Kementerian Agama, Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor B‑574/.1/DJ.I/HM.01/03/2020 tentang Kesiapsiagaan dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Penyakit Pneunomia di Lingkungan Madrasah, Pondok Pesantren dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

Untuk diketahui, instruksi agar semua sekolah di Aceh diliburkan selama dua minggu guna mengantisipasi makin merebaknya penyebaran virus Corona, disampaikan Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT di Jakarta dua hari lalu.

Meski sekolah diliburkan, UN tingkat SMK yang dijadwalkan berlangung pada 15‑19 Maret 2020, tetap dilaksanakan. "Sebab, jumlah siswa yang mengikuti ujian tidak terlalu banyak. Sehingga kami akan memantau setiap saat," kata pejabat Disdik Aceh.

Dia mengingatkan semua guru dan siswa agar rutin mencuci tangan serta menjaga kebersihan dan kesehatan. Sebab, tidak ada yang tahu siapa yang sudah terpapar virus tersebut atau sebaliknya.

Demikian juga ujian‑ujian di sekolah lingkungan Kementerian Agama tetap dilaksanakan sesuai jadwal dengan sistem pengawasan aktvitas siswa yang lebih ketat. Khususnya untuk membatasi sentuhan atau fisik. 

Meliburkan sekolah‑sekolah selama dua minggu ke depan sebagai langkah preventif mengantisipasi penyebaran corona, sekaligus menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020, tentang Gugusan Tugas Percepatan Penanganan Virus Disease 2019. Langkah tersebut ditempuh agar penanganan Covid‑19 dapat dilakukan secara lebih maksimal.

Sejak virus Corona muncul di Wuhan, Hubei, China, harian Serambi Indonesia sudah berkali‑kali membahasnya di rubrik ini. Dan, insya Allah kita akan terus membahasnya sampai wabah itu benar‑benar lenyap.

Penyebaran virus Corona memang sudah menjadi kecemasan global. Untuk Indonesia yang beru sebulan terakhir terdeketeksi adanya warga yang terinfeksi Corona, kita menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh yang bergerak tidak terlambat dalam mengantisipasinya.

Para pengamat mengatakan, kegemparan global akibat virus Corona membuat sebagian penduduk dunia seolah berada dalam lingkaran kematian. Bagaimana tidak, banyak korban terpapar virus ini yang harus berakhir menjemput ajal.

World Health Organization (WHO)/Organisasi Kesehatan Dunia beberapa waktu lalu sudah menaikkan status penyakit yang dikenal dengan Covid‑19 itu sebagai pandemi global. Artinya, wabah virus Corona tidak boleh lagi dianggap remeh. Negara‑negara besar sudah beberapa pekan lalu bereaksi dengan berbagai kebijakan yang bersifat protektif.

Data yang dirilis WHO memang sudah sangat mengkhawatirkan. Wabah Corona saat ini berada di urutan ke‑17 dari 26 penyakit dalam grafik kematian akibat penyakit per hari di seluruh dunia. Jumlah yang terkena terus bertambah, termasuk di Indonesia.

Hampir seluruh negara di dunia sudah merilis antisipasi mereka terhadap virus Corona. Italia melakukan penguncian atau penutupan (lock down). Hal ini dilakukan untuk menekan laju penyebaran virus tersebut.

Maka, jika hari‑hari ini sekolah diliburkan, pejabat diminta tidak ke luar daerah, serta masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar rumah, itu adalah upaya efektif mencegah penyebaran virus Corona. Selain itu, kita tak bosan‑bosan mengingatkan masyarakat agar patuh pada seruan pemerintah terkait wabah yang serangannya tak pilih bulu.

Kemudian satu hal yang harus kita ingat di tengah usaha mencegah Cprona adalah, kita harus tetap menjadi warga Negara yang produktif. Demikian juga anak‑anak yang diliburkan sekolah, harus tetap belajar di rumah. Apalagi banyak guru yang mau melayani anak‑anak muridnya secara online.  Teruslah berdoa dan berusaha agar virus Corona cepat berlalu!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved