Selasa, 7 April 2026

Berita Abdya

RSUD Teuku Peukan Abdya Belum Miliki Ruang Isolasi Pasien Suspect Corona

Padahal, fasilitas ruang isolasi khusus seperti itu sangat dibutuhkan di tengah isu semakin mewabah penularan Virus Corona (Covid-19) di sejumlah..

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Selasar atau alur penghubung antar ruangan salah satu sudut RSUD Teungku Peukan Abdya, mengalami bocor selang atap, Kamis (12/3/2020) malam. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD TP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), berlokasi di Padang Meurantee, Desa Ujong Padang, Susoh, ternyata belum memiliki ruang isolasi khusus yang bisa menampung pasien suspect Virus Corona.  

Padahal, fasilitas ruang isolasi khusus seperti itu sangat dibutuhkan di tengah isu semakin mewabah penularan Virus Corona (Covid-19) di sejumlah negara di dunia.

Bahkan,  Virus menular tersebut sudah masuk ke Indonesia, dan salah seorang menteri dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Direktur RSUD TP Abdya, dr Adi Arulan Munda dihubungi Serambinews.com, Selasa (17/3/2020), mengakui kalau rumah sakit dipimpinnya itu belum punya ruang isolasi khusus untuk menampung pasien suspect Corona.

“Ruang isolasi kita sudah punya, tapi ruang isolasi khusus untuk itu (pasien susfect Corona), kita belum ada,” katanya.

Pengertian ruang isolasi, menurut Adi Arulan Munda adalah sebuah ruangan yang bisa memutuskan akses dengan orang lain. Dalam artian, tidak bisa diakses pihak lain sehingga rantai penularan virus menjadi terputus.  

Sehubungan ada instruksi agar mempersipkan fasilitas pengananan pasien yang diduga terinfeksi Virus Corona, pihak RSUD TP Abdya, menurut dr Adi, sedang berupaya memanfaatkan ruang lain yang direnovasi ruang isolasi khusus.

Tapi, menurut dr Adi,  untuk merenovasi ruang lain sebagai ruang isolasi khusus masih terkendala biaya.

“Merenovasi ruang yang sudah ada menjadi ruang isolasi khusus kan perlu biaya,” katanya.

Direktur RSUD TP Abdya menambahkan sebenarnya tidak ada istilah suspect dalam operasional penaganan Virus Corona. Yang ada istilah ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam Pengawasan).

ODP adalah seseorang yang mengalami gajala demam dengan suhu tubuh lebih 38 derajat celsius atau ada riwayat demam atau ISPA. Kemudian memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Antisipasi Virus Corona, Ini yang Dilakukan Muspika Trumon Tengah Aceh Selatan 

Implikasi dari Corona, Mulai 18 Maret, BI Tiadakan Layanan Sistem Pembayaran Tunai, Ini Tujuannya

Covid-19 Bertambah, Ini 6 Negara yang Lakukan Lockdown karena Pandemi Virus Corona

Sedangkan PDP atau pasien dalam pengawasan yang diperiksa adalah Covid-19, tetapi tidak dapat disimpulkan positif terinfeksi Virus Corona. Karena seseorang disimpulkan positif terenfeksi Virus Corona harus dari hasil pemeriksaan laboratorium, dan tidak ada di Aceh, melainkan ada di Jakarta.

Tindakan yang bisa dilakukan pihak RSUD TP Abdya dalam penanganan pasien yang dicurigai terinfeksi Virus Corona adalah merujuk pasien bersangkutan  ke rumah sakit rujukan pasien Corona, yaitu di Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh.        

Apakah terjadi peningkatan jumlah kunjungan di RSU TP Abdya, sehubungan isu penularan Virus Corona, malah sampai seluruh sekolah dilibur selama 14 hari sejak 16 Maret 2020. “Tak ada, biasa saja, tak ada peningkatan jumlah kunjungan,” jawab Adi Arulan Munda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved