Kamis, 28 Mei 2026

Citizen Reporter

Gerak Cepat ala Pemerintah Turki Menanggulangi Corona

Covid-19 merupakan virus jenis baru yang lebih berbahaya dan lebih mematikan daripada virus flu musiman.

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
NURHAFNA ZAKARIA 

Pemerintah Turki memutuskan untuk meliburkan sekolah dan kampus-kampus serentak di seluruh kota di negara Turki selama tiga minggu.

Libur serentak ini bertujuan untuk menanggulangi dan meminimalisasi penyebaran virus ini akan dimulai pada tanggal 16 Maret 2020.

Sehari setelah diumumkan warga negara yang terjangkit virus ini, kemudian korban kedua muncul pada 13 Maret 2020.

Jadi, langkah Pemerintah Turki untuk meliburkan seluruh institusi pendidikan di Turki sudah tepat adanya.

Dalam konteks yang lain Pemerintah Turki juga sangat memberi perhatian terhadap jalur keluar-masuk ke dalam negara Turki.

Seluruh mahasiswa dan pelajar di negara Turki, khususnya pelajar asing tidak diberi izin untuk melakukan perjalanan ke luar negeri hingga WHO menurunkan penurunan tingkat risiko bahaya penyebaran virus corona.

Namun, bagi siswa yang harus melakukan perjalanan wajib ke luar negeri dengan alasan yang sangat urgen harus melapor kepada universitas dan meminta izin ke Direktorat Keamanan Turki.

Kemudian, untuk kembali ke Turki jika melakukan perjalanan ke luar negeri, maka Pemerintah Turki juga akan memberlakukan karantina selama 14 hari sebelum bisa masuk ke negara ini.

Meskipun libur diberikan kepada seluruh pelajar di Turki selama tiga minggu, termasuk pelajar asing, tetap saja kami tak bisa pulang kampung karena Pemerintah Turki tidak memberi izin kecuali ada alasan yang sangat mendesak.

Ketakutan terhadap penyebaran Covid-19 memang tidak bisa dibendung, melihat media yang terus-menerus mengilustrasikan perkembangan terkait penyebaran virus ini, membuat masyarakat semakin panik.

Ditambah lagi muncul beberapa kelompok orang yang memanfaatkan situasi dengan mengedarkan berita-berita yang bisa membuat masyarakat semakin simpang siur terkait penyebaran virus ini.

Seharusnya media dan pemerintah bekerja sama untuk membuat masyarakat lebih tenang dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

Sosialisasi pengetahuan tentang virus corona dan bagaimana menyikapi serta menanggulanginya lebih baik dari pada memperkeruh suasana dengan menakut-nakuti masyarakat secara berlebihan.

Waspada boleh, tapi bodoh jangan.

Karena ketakutan yang berlebihan membuat masyarakat melakukan hal-hal yang bodoh yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved