Berita Aceh Utara

Sejak 2010 Sampai Sekarang, Bangunan Puskesmas di Aceh Utara Ini belum Difungsikan

Kondisi bangunan tersebut kini rusak pada bagian plafon, kaca pecah, pagar sudah miring dan juga sekeliling puskesmas ditumbuhi semak.

Foto kiriman Jufri Sulaiman
Anggota DPRK Aceh Utara memperhatikan bangunan Puskesmas Baktiya Barat yang dibangun 2010 sampai sekarang belum difungsikan. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang dibangun pada tahun 2010 di Desa Lhok Iboh Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara hingga kini belum difungsikan.

Padahal untuk membangun ruang rawat inap, rumah dinas dokter dan bangunan utama puskesmas membutuhkan dana miliaran rupiah. Tapi sayangnya, sampai sekarang belum juga difungsikan.

Sementara kondisi bangunan tersebut sudah rusak pada bagian plafon, kaca pecah, pagar sudah miring dan juga sekeliling puskesmas ditumbuhi semak.

Anggota Komisi III DPRK Aceh Utara mengunjungi puskesmas tersebut sebagai bagian menindak lanjuti laporan masyarakat terhadap asset daerah yang terbengkalai dua hari lalu.

Sebelumnya warga di kawasan itu sudah melaporkan persoalan tersebut kepada Pemkab Aceh Utara terkait belum difungsikan bangunan tersebut setelah rampung.

“Informasi yang kami dapat dari salah seorang staf senior Puskesmas Baktiya Barat, sebelum ruang rawat inap tersebut dibangun sempat terjadi tolak-tarik menyangkut dengan lokasi pembangunan,” kata Sekretaris Komisi III DPRK Aceh Utara Jufri Sulaiman kepada Serambinews.com Minggu (22/3/2020).

Disebutkan, karena tokoh masyarakat dan pihak puskesmas mengusulkan ruang rawat inap tersebut dibangun di samping puskesmas induk.

Namun, karena harga tanah di lokasi puskesmas induk Rp 350 ribu/meter, dianggap terlalu mahal. 

“Kemudian dibebaskan tanah di lokasi sekarang, yang berjarak kurang lebih 3 kilometer dari puskesmas induk,” ujar Jufri.

Menurut Sekretaris Komisi III, puskesmas itu menjadi salah satu contoh perencanaan yang tidak matang dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Seharus berpikir bagaimana mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Namun ini malah dibangun di lokasi yang jauh dari lingkungan masyarakat,” pungkas Jufri.(*)

Pesta Pernikahan Dihentikan Oleh Polisi, Tamu dan Bus Disemprot Disifektan Sebelum Diminta Pulang

Dinas Kesehatan Aceh Utara Siapkan Rp 2 Miliar untuk Tangani Corona, Ini Barang yang Akan Dibeli

Cegah Corona, MRI Bireuen dan ACT Lhokseumawe Semprot Disinfektan di Masjid Agung Bireuen

Instruksi Wali Kota Banda Aceh: Tutup Warung Kopi, Cafe, Wahana Permainan dan Tetap di Rumah

Penulis: Jafaruddin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved