Nekat! Keluarga Urus & Makamkan Jenazah Pasien PDP, Jubir Covid-19: Terpaksa Kita Lihat dari Luar

Padahal jenazah pasien PDP di Kolaka ini telah dibungkus plastik sesuai prosedur penanganan PDP virus corona.

Editor: Amirullah
YouTube Kompas TV
Pasien PDP di Sulawesi Tenggara meninggal dunia dimakamkan oleh pihak keluarga. 

SERAMBINEWS.COM - Belum lama ini kabar meninggalnya pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kolaka, Sulawesi Tenggara ramai diperbincangkan.

Pasalnya, jenazah pasien PDP virus corona itu dimakamkan tanpa melibatkan pihak petugas medis.

Jenazah pasien PDP itu dibawa dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

Padahal jenazah pasien PDP di Kolaka ini telah dibungkus plastik sesuai prosedur penanganan PDP virus corona.

Hal itu pun dibenarkan oleh Juru Bicara Covid-19 Kolaka, Muhammad Aris.

Dilansir dari Kompas tv, pasien PDP itu meninggal di Rumah Sakit Bahteramas, Sulawesi Tenggara.

Kejadian itu diketahui terjadi pada Senin (23/3/2020).

"Jadi pasiesnnya ini telah meninggal di RS Provinsi di Sultra, jadi info ini kami terima setelah pasien dalam perjalanan pulang," ujar Aris.

Pemerintah Iran Tolak Bantuan LSM Asing Atasi Covid-19, Padahal Angka Kematian Hampir Dua Ribu Orang

Dengar Suara Gaduh di Kamar Sebelah, Pria Ini Kaget Dapati Pacarnya Selingkuh dengan Pria Paruh Baya

Usai Liburan ke Eropa Saat Wabah Corona, Raul Lemos Minta Maaf dan Pasang Badan untuk Krisdayanti

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sebetulnya pasien PDP itu akan diperlakukan sebagaimana prosedur yang ada.

"Sudah dibungkus dan ini dilakukan penanganan mayat sebagaimana PDP, tapi keluarga menolak sehingga keluarga mengangkat ke mobil pribadi dan dibawa ke kolaka," jelasnya.

Aris pun menjelaskan bahwa prosesi pemakaman paien PDP itu dilakukan tanpa melibatkan pihaknya.

Menurutnya, pihaknya telah menyipkan langkah preventif dalam penanganan pasien PDP ini.

Namun, saat itu suasana rumah duka sudah dipenuhi pelayat sehingga pihaknya tak dapat berbuat banyak.

"Massa berkerumun kami sebetulnya rencana awalnya akan lakukan beberapa tindakan preventif tapi melihat kenyataan bahwa kita sudah tidak bisa berbuat apa apa sehingga terpaksa kita lihat agak jauh dari luar,

semua prosesi itu begitu cepat dilakukan dari memandikan dan dibawa ke pemakaman, jadi tidak melibatkan sama sekali," terangnya.

Seorang Pria Tewas akibat Hantavirus di China, Benarkah Lebih Ganas dari Covid-19? Ini Faktanya

Tak Bisa Pulih Total, Pasien Corona Sembuh Mengalami Penurunan Fungsi Paru-paru Seumur Hidup

 

()
Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved