Turki Lakukan Lockdown Gegara Corona, Fakir Miskin Tak Akan Kelaparan, Ini yang Dilakukan Warganya

Paket makanan itu mereka peruntukkan bagi orang miskin dan yang membutuhkan ataupun bagi yang tidak mendapatkan makanan karena lockdown.

Editor: Amirullah
Kolase Twitter @RanaReh18086299
Warga Turki meletakkan paket-paket makanan di jalan agar dapat diambil selama lockdown 

Laporan Wartawan Gridhot, Desy Kurniasari

SERAMBINEWS.COM - Virus corona semakin menyebar luas.

Berdasarkan Worldometer, hingga Selasa (24/3/2020) pukul 15.15 WIB, total kasus corona sebanyak 382.567.

1529 di antaranya merupakan kasus di Negara Turki.

Melansir Bloomberg, Turki mulai melakukan lockdown sejak Sabtu (21/3/2020) tengah malam waktu setempat.

Lockdown berlaku untuk warga di atas usia 65 tahun dan bagi mereka yang menderita penyakit kronis.

Melalui akun Twitternya @drfahrettinkoca, Menteri Kesehatan Turki, memberi informasi terkini mengenai jumlah diagnosis yang baru dibuat dalam 24 jam terakhir.

Ia pun menghimbau para pemuda agar tidak keluar dari rumah untuk mengurangi paparan virus corona.

"Jangan memasuki lingkungan yang berisiko. Jangan bawa risiko ke rumah Anda. Tetap di rumah. Hiduplah di rumah," tulisnya.

Bupati Karawang Cellica Nurrchadiana: Saya Tidak Alami Gejala, Hasil Tes Dinyatakan Positif Covid-19

VIDEO - Presiden Joko Widodo Siapkan Strategi Akibat Penurunan Pendapatan di Berbagai Provinsi

Kisah Cinta Tegar Septian dan Sarah, Menikah di Usia 18 Tahun, Resepsi Ditundak Akibat Virus Corona

Tak Bisa Pulih Total, Pasien Corona Sembuh Mengalami Penurunan Fungsi Paru-paru Seumur Hidup

Dilansir dari Tribunmanado.co.id, pemerintah Turki mengeluarkan paket stimulus ekonomi sejumlah 100 miliar lira Turki atau sekitar US$ 15,4 miliar.

Tentu nilai paket ekonomi setara Rp 250 triliun tersebut untuk menanggulangi dampak ekonomi dari virus corona (Covid-19).

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan hal tersebut pada Kamis (19/3/2020).

Stimulus tersebut mencakup penundaan pembayaran utang dan pemotongan pajak di berbagai sektor, usai pertemuan untuk membahas langkah-langkah mengatasi pandemi di Istana Cankaya di Ankara.

Dia menambahkan bahwa pajak akomodasi juga tidak akan diberlakukan hingga November 2020.

Selain itu, premi jaminan sosial dan pengurangan PPN di berbagai sektor, termasuk ritel, mall, baja dan besi, otomotif, logistik, dan tekstil, telah ditangguhkan selama enam bulan.

Untuk mempertahankan tingkat pemanfaatan kapasitas, pemerintah menambah dukungan keuangan untuk saham bagi para eksportir.

Dilansir Gridhot dari akun Twitter @RanaReh18086299, orang-orang mulai meninggalkan paket-paket makanan di jalan.

dr Tirta Kritik Pedas Jubir Pemerintah untuk Corona, Fadjroel Pegang Dahi dan Menunduk

6 Fakta Hantavirus yang Disebarkan Tikus: Kenali Kenali Gejala, Cara Penularan hingga Pengobatannya

Hantavirus Muncul di Tengah Pandemi Corona, Pria di China Jadi Korban, Ini Gejalanya

Paket makanan itu mereka peruntukkan bagi orang miskin dan yang membutuhkan ataupun bagi yang tidak mendapatkan makanan karena lockdown.

Dalam unggahan video berdurasi 22 detik itu, tampak berbagai macam bahan makanan dikelompokkan menjadi satu per paket.

Dan terlihat banyak paket makanan telah menunggu untuk di ambil.

"Di Turki, orang-orang sudah mulai meninggalkan paket makanan di jalan untuk orang miskin dan yang membutuhkan yang tidak bisa mendapatkan makanan karena lockdown Covid-19. Cintamu (warga Turki) mewakili kami," tulis akun @RanaReh18086299 dalam bahasa Inggris.

Hingga Selasa (24/3/2020) unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 1,7 juta kali.

Unggahan tersebut juga telah diretweet lebih dari 29 ribu kali dan disukai hampir 60 ribu pengguuna Twitter.

(*)

Artikel ini telah tayang di Gridhot.id dengan judul Fakir Miskin Tak Akan Kelaparan, Negeri Ini Akan Segera Lakukan Lockdown Gara-gara Virus Corona, Lihat Apa yang Dilakukan oleh Warganya

Sumber: GridHot.id
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved