Warga Jangan Sepelekan Lockdown, Wali Kota di Italia Ancam Kirim Polisi dengan Penyembur Api

Italia memiliki angka infeksi Covid-19 terbesar kedua di dunia setelah China yang mencatat 81.218 kasus sejak Desember 2019.

Sky News
Pasukan keamanan melakukan penjagaan di Vo. Kota di kawasan utara Italia itu kini mengklaim tidak menemukan adanya infeksi baru virus corona.(Sky News) 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Italia mengecam warga yang melanggar aturan lockdown selama masa penanganan wabah virus corona baru di negara yang saat ini mengkonfirmasi 69.176 kasus positif corona.

Italia memiliki angka infeksi Covid-19 terbesar kedua di dunia setelah China yang mencatat 81.218 kasus sejak Desember 2019.

Sementara kasus kematian akibat virus corona di Italia sudah dua kali lipatnya dari kematian di China.

Di China dilaporkan 3.281 pasien meninggal karena penyakit Covid-19, sedangkan di Italia tercatat 6.820 pasien meninggal.

Meski kasus penyakit Covid-19 di negara itu terbilang sangat tinggi, hingga saat ini masyarakat di Italia masih saja banyak yang menyepelekan imbauan untuk tetap tinggal di rumah.

Imbauan ini disampaikan agar menghindarkan masyarakat dari virus yang bisa didapat dengan melakukan interaksi fisik dengan orang lain.

Menyepelekan

Namun, banyak warga Italia yang tak mematuhinya.

Dilansir dari The Independent (24/3/2020), banyak warga Italia justru masih beraktivitas di luar rumah seperti memotong rambut, bermain tenis meja, dan sebagainya.

Kementerian Dalam Negeri Italia mencatat sudah lebih dari 100.000 warga yang semestinya menjalani karantina justru melanggar aturan dengan beraktivitas di luar rumah.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved