Breaking News

Cegah Corona

Cegah Corona Dengan Qunut Nazilah, Ini Penjelasan Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama (NU) menjelaskan terkait qunut nazilah yang dipercaya sebagai doa terbaik untuk mencegah virus corona.

Editor: Taufik Hidayat
ANADOLU AGENCY/ISSAM RIMAWI
Pekerja medis melakukan tes COVID-19 di Laboratorium Sentral Kementerian Kesehatan Palestina di kota Ramallah, Tepi Barat pada 16 Maret 2020. 

Laporan Syamsul Azman

SERAMBINEWS.COM - Nahdlatul Ulama (NU) menjelaskan terkait qunut nazilah yang dipercaya sebagai doa terbaik untuk mencegah virus corona, Kamis (26/3/2020). 

Beberapa daerah mengimbau masyarakat atau pemuka agama Islam untuk membaca Qunut Nazilah setiap shalat lima waktu. 

Aceh diimbau langsung oleh MPU agar membaca doa qunut nazilah setiap shalat lima waktu agar dijauhkan dari covid-19. 

NU menjelaskan terkait hal pembacaan qunut nazilah ini sebagai pencegah virus corona, hal ini disampaikan pada website resminya nu.or.id. Berikut penjelasannya. 

Qunut secara bahasa mempunyai makna beragam, yaitu ketaatan, shalat, berdiri lama, diam, dan berdoa. 

Imam An-Nawawi menghikayatkan bahwa makna qunut adalah berdoa. Doa yang baik maupun doa yang buruk. Sementara secara syar’i, qunut berarti nama suatu doa saat berdiri dalam shalat pada tempat tertentu. 

Adapun nazilah bermakna musibah besar yang menimpa manusia seperti diserang musuh, kekeringan, pandemi (wabah penyakit yang berjangkit di mana-mana atau meliputi daerah geografis yang luas). 

Bahaya besar yang menimpa kaum muslimin (atau sebagiannya) dan semisalnya. 

Sejarah dan Urgensi Dalam catatan sejarah umat Islam, qunut nazilah pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pasca tragedi Bir Ma’unah (tragedi pembunuhan 70 sahabat Nabi) pada bulan Shafar ke-4 Hijriyah (Mei 625 H). 

Kala itu 70 sahabat yang lolos hanya satu orang Amr bin Umayyah, dalam riwayat lain Muhammad bin Uqab yang diutus oleh Nabi SAW untuk berdakwah ke wilayah Najd dibantai di Bir Ma’unah. 

Kemudian di tengah kedukaan ini Nabi Muhammad SAW berdoa agar Allah memberikan balasan kepada para pelakunya di antaranya Amir bin Thufail karena telah menghabisi 70 nyawa kaum muslimin. 

Di waktu berikutnya, ketika Amir bin Thufail menuju Madinah untuk membunuh Nabi SAW, ia singgah di rumah seorang perempuan yang terkena penyakit menular. Lalu Amir pun tertular dan meninggal di tengah padang pasir. 

Doa itulah yang kemudian disebut dengan doa qunut nazilah dan terus diamalkan kaum muslimin hingga kini, terutama ketika sedang menghadapi bahaya atau malapetaka.

Hukum Qunut Nazilah Menurut mazhab Syafi’i 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved