Virus Corona Serang Dunia

Meski Dilanda Corona, Persiapan untuk Haji 2020 di Arab Saudi Hampir Final

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan, petugas haji Indonesia saat ini terus mempersiapkan pelayanan haji di Arab Saudi.

Editor: Taufik Hidayat
kemenag.go.id
Pengecekan fasilitas jamaah haji di Saudi. 

Laporan Syamsul Azman

SERAMBINEWS.COM - Petugas terus mempersiapkan pelayanan haji di Arab Saudi, Sabtu (28/3/2020). Petugas penyiapan layanan jemaah haji Indonesia tersebut terdiri dari tiga tim, yaitu: akomodasi, konsumsi, dan transportasi. 

Petugas berangkat ke Arab Saudi secara bertahap sejak pertengahan Februari 2020. 

Persiapan layanan akomodasi di Mekkah sudah hampir selesai, hal tersebut dijelaskan oleh Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali 

"Akomodasi Mekkah penyiapannya sudah hampir final. Sampai saat ini sudah ada deal atau kesepakatan harga untuk 204.755 orang atau sekitar 97.75% dari total kebutuhan," ujar Endang Jumali seperti dikutip pada kemenag.go.id. 

Sedangkan, untuk daerah Madinah, persenan deal belum mencapai target. 

"Adapun untuk Madinah, sudah ada deal harga untuk 21.015 jemaah atau baru sekitar 34% dari target," sambungnya.

Selanjutnya, untuk bagian konsumsi, tim penyedia layanan sudah menyelesaikan proses verifikasi dokumen dan verifikasi faktual atau lapangan. 

Selanjutnya adalah negosiasi harga dengan pendaftar yang lolos verifikasi. 

"Sekarang tim sudah deal harga dengan 25 perusahaan konsumsi di Makkah," jelas Endang.

Sedangkan untuk Madinah belum mencapai tahap negosiasi pada penyedia layanan. 

"Untuk penyediaan layanan konsumsi jemaah di Madinah dan Bandara, belum masuk tahap negosiasi harga," sambungnya.

Penyediaan layanan akomodasi dan konsumsi ditargetkan selesai pada minggu kedua bulan April. 

Adapun untuk layanan transportasi, saat ini baru menyelesaikan tahapan penilaian serta verifikasi dokumen dan lapangan. Prosesnya, ditargetkan selesai pada akhir April 2020.

Saat ini proses pengadaan layanan akomodasi dan konsumsi masih terfokus di Makkah. Tim di Makkah belum bisa ke Madinah seiring adanya pengetatan aturan dan pemberlakuan jam malam di Arab Saudi. Sementara proses pengadaan transportasi berlangsung di Jeddah.

"Waktu efektif tim penyedia layanan di Saudi saat ini hanya pagi hingga jam 13.00," jelas Endang Jumali.

Konsul Haji KJRI memastikan bahwa proses pengadaan akan berhenti sampai pada tahapan berita acara kesepakatan, belum sampai proses kontrak dan pembayaran uang muka. 

Kontrak dan pembayaran uang muka akan dilakukan setelah sistem e-Hajj dibuka kembali.

"Belum ada pembayaran, baik untuk layanan akomodasi, konsumsi, maupun transportasi," tutupnya.(*)

Motivator Ary Ginanjar Sebut Covid-19 Banyak Menyerang Orang yang Ketakutan, Ini Alasannya

Update Kasus Corona 28 Maret Data Per Provinsi: Total 1.155 Positif, Sulsel Terbanyak di Luar Jawa

Masyarakat Diminta Tak Mudik saat Pandemi Corona, Kemenhub Kaji Sanksi bagi Warga yang Nekat

Cari Mati, Penjambret Ini Rampas Ponsel Kapolsek yang Sedang Nyamar jadi Warga

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved