Selasa, 5 Mei 2026

Corona Jangkiti Indonesia

Cegah Penyebaran Covid-19, Jokowi Minta Tindak Tegas Warga yang Mudik Lebaran

Sebelum rapat tersebut ditutup, Jokowi mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan yang diterapkan bagi pemudik di daerahnya harus dilakukan secara

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
TWITTER @JOKOWI
Presiden RI Joko Widodo menolak wacana pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia. 

Laporan Yeni Hardika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta adanya langkah dan tindakan tegas untuk mencegah terjadinya mobilitas atau pergerakan orang ke daerahnya.

Permintaan itu disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas terkait antisipasi mudik lebaran 2020, yang dilaksanakan melalui telekonferensi bersama dengan jajarannya, Senin (30/3/2020).

Menurut Jokowi, rapat tersebut merupakan hal yang perlu dibahas secara khusus mengingat mudik lebaran merupakan suatu tradisi di Indonesia yang melibatkan orang banyak.

Sebagai gambaran Jokowi menyebut pada tahun 2019, kurang lebih 19,5 juta penduduk bergerak ke seluruh wilayah di Indonesia.

Di tengah kondisi pandemi yang sedang melanda negeri saat ini, mobilitas orang sebesar itu akan sangat berisiko memperluas penyebaran covid-19.

Jokowi menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini ialah mencegah meluasnya penyebaran covid-19.

Caranya ialah dengan mengurangi atau membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat yang lain.

“Karena itu, ada beberapa hal yang ingin saya tekankan. Yang pertama, fokus kita saat ini adalah mencegah meluasnya meluasnya covid-19 dengan mengurangi atau membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat yang lain,” kata Jokowi.

RSU Sahudin Kutacane Siapkan 168 Tempat Tidur untuk Tangani Covid-19

PN Lhokseumawe Gelar Sidang Secara Online, Begini Prosesnya

Korban Meninggal Covid-19 Tembus 10.779 Orang, Italia akan Perpanjang Masa Lockdown

Menurut pengamatan Jokowi, saat ini sudah ada imbauan-imbauan yang diterapkan oleh tokoh-tokoh maupun gubernur pada perantau seperti di Jabodetabek agar tidak melakukan mudik.

Oleh Jokowi, hal ini perlu untuk tetap diteruskan dan digencarkan lagi meskipun itu dinilai belum cukup untuk mencegah pergerakan orang tersebut.

Oleh karena itu, Jokowi meminta agar dilakukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk dapat memutus rantai penyebaran covid-19 demi keselamatan bersama.

Dari laporan yang diterima oleh Jokowi, pergerakan arus mudik sudah terjadi lebih awal dari biasanya.

Terutama para pekerja informal di Jabodetabek menuju ke Provinsi Jawa barat, jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur.

Tercatat pada laporan yang diterima oleh Jokowi, selama 8 hari terakhir ada 876 armada bus antarprovinsi yang membawa kurang lebih 14.00 penumpang menuju provinsi tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved