Penelitian Terbaru, Corona Dapat Menyebar dalam Kondisi Hangat & Lembab, Bantah Penelitian Awal

Hal itu diungkapkan oleh para ilmuwan yang menemukan 'penyebaran super' di Cina.

FOR SERAMBINEWS.COM
Majelis Permusyiawaratan Ulama Aceh, menerbitkan Taushiyiah Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan ibadah dan kegiatan sosial keagamaan lainnya dalam kondisi darurat. Dalam putusannya, MPU menetapkan tujuh putusan. Salah satu di antaranya adalah, memperbolehkan umat untuk tidak Shalat Jum’at di Masjid dan menggantinya dengan Shalat Dzuhur di rumah 

Pasien 'penyebaran super' pergi ke kolam pemandian pada 18 Januari 2020 setelah melakukan perjalanan ke Wuhan.

Para peneliti menemukan dan mengatakan ia mengalami demam pada hari berikutnya.

Dia didiagnosis menderita COVID-19 pada 25 Januari 2020 setelah ia berenang bersama tujuh orang lain yang berada di satu kolam dengannya pada hari itu.

“Gejala yang terkait dengan COVID-19, termasuk demam, batuk, sakit kepala, dan dada tersumbat,” kata para peneliti.

Semua gejala itu muncul pada tujuh pasien setelah sembilan hari mengunjungi kolam pemandian itu.

Kemudian pasien ke-9 yang bekerja di kolam pemandian itu mengalami gejala COVID-19 pada 30 Januari 2020.

"Infeksi pada semua pasien dikonfirmasi oleh hasil tes PCR yang menyatakan positif COVID-19," kata para ilmuwan China.

Mereka menerbitkan jurnal penelitian yang menjelaskan temuan mereka dan membantah penelitian sebelumnya.

Dalam jurnal tersebut memperingatkan bahwa virus corona tidak mungkin melambat ketika suhu naik.

Semua pasien pria dalam studi baru berusia antara 24 hingga 50 tahun.

Halaman
1234
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved