Update Corona di Aceh

Forum PRB Aceh: Bandara SIM Berkontribusi Meningkatkan Jumlah ODP Covid-19

Bandara Internasional SIM Aceh Besar ikut berkontribusi pada terjadinya peningkatan jumlah orang dalam pengawasan (ODP) covid-19 di Aceh

Kolase Serambinews.com
Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh melalui Koordinator Bidang Kebijakan dan Manajemen PRB, Kurniawan S, SH LL.M 

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh melalui Koordinator Bidang Kebijakan dan Manajemen PRB, Kurniawan S, SH LL.M menilai Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar ikut berkontribusi pada terjadinya peningkatan jumlah orang dalam pengawasan (ODP) covid-19 di Aceh.

“Kita berharap Pemerintah RI melalui Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI segera menutup sementara penerbangan domestik yang bersifat komersil dari dan ke wilayah Aceh termasuk penerbangan internasional, kecuali untuk lalu lintas kebutuhan dasar/barang/pangan (logistik) dan alat medis", tegas Kurniawan kepada Serambinews.com, Rabu (1/4/2020).

Kurniawan yang juga Direktur Eksekutif Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Aceh (P3KA) mendorong Forum Bersama (Forbes) Aceh di Senayan yang diketuai M Nasir Djamil mendesak Kemenhub RI melalui Dirjen Perhubungan Udara untuk melakukan penutupan sementara Bandara SIM khusus untuk penerbangan domestik dari maupun ke Aceh.

Kepala Ombudsman Nilai Penerapan Jam Malam di Aceh Offside dan Over Acting

Data yang dikeluarkan Posko Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid -19 dari 23 kabupaten/kota di Aceh hingga 29 Maret 2020, jumlah masyarakat Aceh yang berstatus ODP mencapai 567 orang.

Padahal sehari sebelumnya masih pada angka 416 orang.

"Jika mengacu pada data tersebut, dalam sehari terjadi peningkatan ODP 151 orang.

Itu belum termasuk mereka yang seharusnya berstatus ODP tapi tidak/belum teridentifikasi,” kata aktivis Forum PRB Aceh yang fokus pada isu-isu pengurangan risiko bencana (PRB) tersebut.

Melindungi masyarakat

Dijelaskannya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, membagi  bencana ke dalam tiga kategori yaitu bencana alam, bencana non-alam, dan bencana sosial.

"Dalam perspektif undang-undang tersebut, pandemi covid-19 yang saat ini sedang mewabah di hampir seluruh belahan dunia dikategorikan sebagai bencana non-alam yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang antara lain gagal tekhnologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved