Berita Langsa
Kabakaran Lahan di Langsa Meningkat, Pelaku Pembakaran Diminta Ditindak Tegas
"Tindakan tegas berupa sanksi hukum maupun administratif harus diambil, agar ada efek jera kepada oknum yang sengaja lakukan pembakaran lahan,"
Penulis: Zubir | Editor: Nurul Hayati
"Tindakan tegas berupa sanksi hukum maupun administratif harus diambil, agar ada efek jera kepada oknum yang sengaja lakukan pembakaran lahan," tegasnya.
Laporan Zubir | Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Kebakaran lahan di wilayah Kota Langsa sejak berapa bulan terakhir ini, sudah sangat memprihatinkan.
Demikian data yang diperoleh dari Pusdalops BPBD Kota Langsa.
Selama sepekan terakhir ini saja, petugas BPBD Langsa dan aparat TNI-Polri bersama masyarakat, sudah beberapa kali melakukan pemadaman kebakaran lahan dan kebun masyarakat.
"Kebakaran lahan yang terjadi terus menerus dan juga merata di wilayah Kota Langsa tentunya mengundang tanda tanya besar, ada motif apa di balik ini semua," ujar Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kota Langsa DR Zulfitri MA, melalui rilisnya kepada Serambinews.com, Kamis (2/4/2020).
Menurut Dr Zulfitri, masyarakat diminta untuk ikut serta mencegah terjadinya kebakaran lahan di daerahnya.
Khususnya kepada pemilik kebun, tidak membersihkan kebun dengan cara membakar.
• Menikah di Tengah Pandemi Corona, Martunis dan Harapannya Akan Kehadiran Ronaldo
Kondisi lahan yang diselimuti gambut, tentu akan menyulitkan petugas dalam proses pemadaman api.
Seperti yang terjadi pada dua hari lalu di Gampong Meudang Ara dan Asam Petek, Kecamatan Langsa Timur.
Kemudian ditambah lagi cuaca panas yang ekstrem, tentunya menyebabkan lahan yang kering mudah terbakar, serta api menjadi cepat membesar dan menjalar.
Forum PRB meminta pihak terkait, segera melakukan upaya komprehensif.
Agar kebakaran lahan dapat dihentikan dan pelakunya harus diambil tindakan tegas.
"Tindakan tegas berupa sanksi hukum maupun administratif harus diambil, agar ada efek jera kepada oknum yang sengaja lakukan pembakaran lahan," tegasnya. (*)
• VIDEO - Warga Patuhi Jam Malam, Malam Keempat di Banda Aceh Kian Sepi