Breaking News:

Pejabat Istana Saling Bantah di Tengah Corona, Ini Tanggapan Pengamat

Mengingat, terjadi dua kali miskomunikasi yang membuat pernyataan satu pejabat diralat oleh pejabat lainnya.

Editor: Amirullah
WAHYU PUTRO A
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Maruf Amin memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (WAHYU PUTRO A) 

SERAMBINEWS.COM - Pandemi corona atau Covid-19 masih jadi perhatian masyarakat Indonesia.

Banyak dari mereka yang berpikir positif dan menganggap wabah ini segera berakhir, tapi tak sedikit juga yang pesimis.

Rasa pesimis tersebut diperparah dengan komunikasi pejabat Istana Kepresidenan yang dinilai buruk dan tak profesional.

Mengingat, terjadi dua kali miskomunikasi yang membuat pernyataan satu pejabat diralat oleh pejabat lainnya.

Bahkan, hal itu terjadi selama dua hari berturut-turut.

Sontak, hal tersebut membuat rasa pesimis masyarakat bertambah.

Tak sedikit juga publik figur yang ikut mengomentari hal ini.

Begitu juga dengan beberapa pengamat komunikasi politik.

Tak sedikit yang menilai perlu evaluasi total untuk memperbaiki pola komunikasi pemerintah.

Kabar Baik! Kapolresta Banda Aceh Izinkan Pedagang Buka Warung Kopi, Asalkan Ini

Kategori Baru Kasus Virus Corona: Orang Tanpa Gejala (OTG), Apa Ciri-cirinya?

Berikut deretan miskomunikasi yang dimaksud:

Fadjroel dan Pratikno

Miskomunikasi pertama terjadi pada Kamis (2/4/2020).

Pernyataan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman diralat oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Awalnya, Fadjroel menerbitkan siaran pers dengan judul "Mudik Boleh, tetapi Berstatus Orang Dalam Pemantauan".

Halaman
1234
Sumber: TribunNewsmaker
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved