Uptade Corona di Subulussalam
Satu PDP Positif Versi Rapid Test, Dokter dan Tim Medis RSUD Subulussalam Jalani Tes
Menurut dr Diana Dewi semua dokter dan tim medis yang selama ini kontak dengan PDP nomor 3 akan menjalani tes rapid.
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
Namun, kata Risdianty ini menjadi dasar awal untuk mendeteksi seseorang terkait dengan virus corona atau covid-19.
Dikatakan, rapid test sensitifitifasnya tinggi bisa sampai 90 %.
Diterangkan, sensitifitasnya untuk mengenal virus lebih tinggi.
Tetapi spesifitasnya agak rendah, yakni hanya 70-80 persen.
Spesifitas ini untuk mengenal secara spesifik apakah virus dimaksud corona atau lainnya.
Risdianty pun membantah jika akurasi rapid test hanya 20 persen.
Sebab, alat rapid test yang digunakan di RSUD Kota Subulussalam standar pemerintah dan direkomendasikan Hasil World Health Organization (WHO).
Tak hanya itu, rapid test yang digunakan di Subulussalam FDA (Badan Pengawas Makanan dan Obat di Amerika Serikat).
”Ini alat yang kita gunakan standar pemerintah dan direkomendasikan WHO lo, jadi siapa pula bilang akurasinya hanya 20 persen.
Kalau rendah siapa mau beli, harganya aja mahal.
Memang belum final, tapi ini sudah bisa menjadi dasar pemeriksaan ke lebih tinggi, makanya dirujuk,” terang Risdianty
Lebih jauh dijelaskan, rapid test itu sensitifitasnya untuk mengenal virus tinggi, tetapi spesifiknya kurang tinggi sehingga virus lain bisa terbaca positif juga.
Alat itu, lanjut Risdianty bukan hanya untuk Covid-19, tapi sejenisnya.
Sehingga bisa jadi positif palsu.
Untuk kepastian maka perlu diperiksa PCR yang spesifitasnya lebih tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-diana-dewi-humas-satgas-covid-19rsud-kota-subulussalam.jpg)