Kamis, 4 Juni 2026

Update Corona di Indonesia

Tak Sepakat Jam Malam, Anggota DPR RI, Dek Gam: Presiden Minta Hindari Keramaian dan Jaga Jarak

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Nazaruddin Dek Gam meminta Pemerintah Aceh untuk mempertimbangkan kembali kebijakan pemberlakukan jam malam di Aceh.

Tayang:
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Nazaruddin Dek Gam. 

 
Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Nazaruddin Dek Gam meminta Pemerintah Aceh untuk mempertimbangkan kembali kebijakan pemberlakukan jam malam di Aceh. 

Sebab, yang terpenting dalam mencegah penyebaran virus corona bukan dengan jaga malam tapi menghindari keramaian, jaga jarak, serta jaga pola hidup sehat.

“Saya minta Pemerintah Aceh pertimbangkan lagi pemberlakuan jam malam. Yang penting dilakukan pemerintah adalah menjaga setiap perbatasan,” katanya kepada Serambinews.com, Jumat (3/4/2020).  

“Saya sih kurang sependapat dengan jam malam. Karena kenapa? Bagaimana dengan nasib pedagang gerobak yang jualan malam hari, dia hanya cari rezeki pada malam hari,” tambahnya.

Anggota Komisi III DPR RI ini mengaku tidak masalah pemberlakuan jam malam asal pemerintah memperhatikan nasib orang yang bekerja pada malam hari karena mereka sudah hilang pekerjaan.

“Kita tidak boleh egois. Sedangkan Presiden tegas berbicara di ratas (rapat terbatas) kemarin. Dia perintahkan Mendagri tegur pimpinan daerah yang menutup jalan. Itu perintah Presiden,” ujarnya.

Yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Aceh sekarang, kata Presiden Persiraja Banda Aceh ini, memperketat atau menutup perbatasan jalur masuk ke Aceh, baik melalui udara, darat, atau laut.

Percuma saja melakukan jaga malam apabila bandara, perbatasan jalur darat seperti Aceh Tamiang, Subulussalam, dan Singkil masih bisa diakses karena virus rawan masuk melalui pendatang.  

Jikapun perlu ada jam malam, lanjut Nazaruddin, cukup dengan melakukan patroli bersama untuk menjaga agar tidak ada warga yang berkumpul sebagaimana maklumat Kapolri.

VIDEO - Polres Bener Meriah Amankan Belasan Sepeda Motor dan Mobil Hasil Pencurian

Mengapa Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Bertambah?

Pak Presiden, Izinkan Dana Desa untuk Antisipasi Kelaparan Akibat Kebijakan Stay at Home

“Yang diinginkan pemerintah jangan ada keramaian, jaga jarak. Apakah dengan jaga malam virus tidak ada, malah dengan duduk ramai-ramai di pos jaga lebih rentan tertular virus,” pungkas Dek Gam sembari berharap ekonomi rakyat tetap berjalan di tengah wabah Covid-19 ini.

Sebelumnya, anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, TA Khalid juga tidak sepakat dengan kebijakan jaga malam. TA Khalid kepada Serambi, Kamis (2/4/2020) mengatakan, kebijakan memberlakukan jam malam tidak rasional saat bandara masih beroperasi.

Akibat tidak ditutupnya bandara, maka orang lain yang belum diketahui kondisi kesehatannya akan mudah masuk ke Aceh, seperti yang terjadi dua hari lalu tujuh orang etnis Cina mendarat di Bandara SIM, Aceh Besar, dan akhirnya diusir oleh warga Nagan Raya.

"Virus corona bukan seperti musang, tidur siang keluar malam mencari mangsanya. Sehingga harus diberlakukan jam malam agar saat virus corona keluar malam tidak ada lagi manusia yang berkeliaran diluar," katanya.

TA Khalid yang juga Ketua DPD Partai Gerindra itu menyatakan bahwa virus corona hanya bisa terjangkit melalui kontak fisik telapak tangan, air ludah, ingusan dan bersinan dari orang yang sudah terinfeksi corona.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved