Badai Landa Singkil
Badai Landa Aceh Singkil, Nelayan yang Sudah ke Laut Harus Kembali ke Daratan
Bahkan nelayan yang sudah melaut harus kembali ke daratan, lantaran terhadang gelombang ketika sampai di muara.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
Bahkan nelayan yang sudah melaut harus kembali ke daratan, lantaran terhadang gelombang ketika sampai di muara.
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Bandai melanda wilayah Aceh Singkil, Minggu (5/4/2020).
Kondisi itu membuat nelayan tidak bisa melaut.
Bahkan nelayan yang sudah melaut harus kembali ke daratan, lantaran terhadang gelombang ketika sampai di muara.
"Badai tidak bisa ke laut," kata Oji warga Singkil Utara, yang mengurungkan niatnya mancing ke laut akibat ombak besar.
Badai berupa angin kencang disertai hujan dan petir sudah terlihat tanda-tandanya sejak pagi.
• Bank Aceh KPO Distribusikan APD ke Dua Rumah Sakit Serta Puskesmas di Banda Aceh
• Penampilan Mantap, Kuba Kalahkan Kiper Berlabel Timnas
• Kasus Wanita Hebohkan Banda Aceh & Aceh Besar karena Diduga ODP Corona, Ini Jawaban Direktur RSUZA
Pada pagi hanya angin Selatan berhembus kencang sehingga terjadi gelombang tinggi di laut.
Puncaknya saat magrib angin kencang disertai hujan petir melanda wilayah Aceh Singkil.
Keadaan itu membuat nelayan yang berencana melaut malam hari batal berangkat.
Hujan terus menguyur wilayah Aceh Singkil, hingga pukul 21.30 WIB, Minggu (5/4/2020) malam.
Namun intensitasnya sedang, jauh berkurang dibanding saat hujan mulai mengguyur lewat magrib tadi.
Sejauh ini belum ada informasi kerusakan akibat badai yang ditandai hujan angin dan sambaran petir itu.
Tanda-tanda cuaca buruk sudah terlihat sejak pagi.
Terutama di lautan ombak berkecamuk sehingga nelayan urung melaut.
Puncaknya magrib tadi listik mati.
Sesaat setelah listrik hidup tiba-tiba angin kencang diserta guyuran hujan deras.
Kencangnya tiupan angin terasa menggetarkan rumah serta seng berbunyi.
Namun sejauh ini, khusunya di tempat tinggal Serambinews.com di kawasan Gosong Telaga Barat, Singkil Utara, tidak ada kerusakan.
Seperti diberitakan Serambinews.com sebelumnya lagi, badai disertai hujan melanda wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Minggu (5/4/2020) malam.
Sejak petang awan gelap telah menggelayut.
Sesekali terlihat cahaya kilat disusul petir dari kejauhan.
Kemudian saat magrib listrik padam, kemudian menyala kembali.
Nah saat listik menyala angin tiba-tiba berhembus angin kencang dari arah Timur.
Setelah sepanjang siang bertiup dari arah Selatan.
Sesaat kemudian turun hujan lebat disertai gemuruh angin dan gelegar petir.
Kencangnya tiupan angin terasa menggetarkan rumah.
Begitu juga dengan atap rumah penduduk yang terbuat dari seng berbunyi keras.
Jika di wilayah daratan cuaca buruk baru terjadi malam hari.
Di wilayah lautan berdasarkan penuturan dari nelayan terjadi sejak pagi.
Nelayan bahkan memilih kembali dari laut akibat badai memicu gelombang tinggi.
"Ombak besar tidak bisa ke luar (laut)," kata Jamad nelayan yang membatalkan ke laut karena terjadang ombak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/badai-sebabkan-nelayan-singkil-tak-bisa-melaut.jpg)