Breaking News:

Ilmuwan Australia Temukan Obat Corona, Ivermectin Bisa Hentikan Pertumbuhan Virus dalam 48 Jam

Ivermectin banyak digunakan sejak 1980-an untuk mengobati kutu kepala, kudis, dan beberapa infeksi lain yang disebabkan oleh parasit.

Editor: Amirullah
thinkstockphotos
Ilustrasi 

"Saya hanya ingin menekankan hal itu karena kami telah mendengar tentang orang-orang di luar negeri yang telah mendengar tentang perkembangan potensial ini."

"Lantas menelan obat-obatan yang telah digunakan dengan cara yang sama sekali tidak pantas dan hasilnya meninggal," ungkapnya.

()

Seorang apoteker di apotek Farmasi Rumah Sakit Umum Toronto Immunodeficiency mengeluarkan Kaletra, obat AIDS yang dikenal sebagai protease inhibitor, 10 Agustus 2006 (GEOFF ROBINS / AFP)

Selama Lockdown, Mahasiswa Aceh di Malaysia Dapat Makan Gratis 3 Kali Sehari, Begini Kondisi Mereka

Mikakos mengimbau orang-orang agar tidak tergesa-gesa membeli obat hanya karena mendengar penelitian saja.

Sejatinya menurut Mikakos, obat ini adalah anti kutu jadi ilmuwan masih butuh waktu untuk terus mengembangkannya.

Menteri ini juga prihatin dengan orang-orang yang menimbun obat dan tidak mengindahkan orang lain yang lebih membutuhkan.

Sebelumnya, seorang pria di AS meninggal dunia di rumah sakit karena keracunan obat bahan kimia pembersih tangki ikan.

Sementara itu sang istri berbaring kritis di rumah sakit.

Diketahui mereka salah paham dengan obat itu, dan mengiranya klorokuin, anti-malaria yang disebut-sebut bisa membantu perawatan Covid-19.

Meski ada yang menyangsikan, Wagstaff merasa optimis terkait potensi Ivermectin ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved