Update Corona di Simuelue

Rp 12 M Untuk Penanggulangan Covid-19, DPRK Simeulue: Porsi untuk Kebutuhan Rakyat Harus Lebih Besar

Sebab, sejak mewabahnya covid-19 masyarakat di Kabupaten Simeulue banyak yang terkena dampaknya seperti nelayan, petani dan juga pedagang kecil di wil

IST
Bupati Simeulue dan Wakil Bupati Simeulue (kanan) menyerahkan bantuan kepada 54 kepala keluarga (KK) korban banjir di Kecamatan Alafan, Minggu (8/4/2018). 

Laporan Sari Muliyasno I Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Lintas komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, berharap anggaran yang sudah dianggarkan oleh Pemkab Simeulue untuk menanggulangi virus corona (covid-19) sebesar Rp 12 miliar, harus digunakan tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi A, Ugek Farlian dan Ketua Komis C DPRK Simeulue, Ihya Ulumuddin, kepada Serambinews.com, Senin (6/4/2020).

Dewan Simeulue berharap, anggaran sebanyak itu jangan banyak habis untuk operasional saja.

Sebab, sejak mewabahnya covid-19 masyarakat di Kabupaten Simeulue banyak yang terkena dampaknya seperti nelayan, petani dan juga pedagang kecil di wilayah kepulauan ini.

"Ini kita dorong pemerintah supaya anggaran 12 miliar itu segera digunakan untuk kepentingan masyarakat yang terdampak langsung covid-19. Selain untuk operasional, bahan kesehatan, juga kebutuhan pokok masyarakat harus juga diutamakan," kata Ihya Ulumuddin, yang turut diiyakan Ketua Komisi A.

Pendapatan Negara Anjlok Dampak Corona, Gaji ke-13 dan THR PNS Terancam Dipangkas atau Ditunda?

Ibu Muda Tega Bunuh Anak Kandung, Korban Dipukul dengan Piring karena Tak Mau Makan

Jokowi Pastikan Napi Koruptor tidak Bebas, Najwa Shihab: Titip Sampaikan juga ke Menteri Yasonna

Alasan kebutuhan masyarakat harus mendapat porsi yang besar dari Rp 12 miliar itu, lantaran saat ini masyarakat Simeulue sangat berharap bantuan dari pemerintah.

"Bantuannya bisa dalam bentuk sembako atau pun uang tunai. Yang jelas anggaran 12 miliar itu harus ada digunakan untuk menopang kebutuhan rumah tangga yang terdampak covid-19," tandasnya.

Kemudian, terkait dengan payung hukum penggunaan dana desa dalam menanggulangi dampak covid-19 di wilayah itu, dewan setempat mendorong pemerintah perlu segera diterbitkan.

"Semua desa di Simeulue saat ini masih belum berani menggunakan dana desa. Mereka masih menunggu aturan dari pemerintah. Dewan Simeulue mendorong, supaya aturan menggunakan dana desa dalam hal ini tidak berlarut-larut," ujar Ihya.

Sementara itu, Ugek Farlian menambahkan, terkait soal masih banyaknya mahasiswa dan warga Simeulue di perantauan yang hendak pulang ke daerah namun terkendala dengan biaya, pemerintah daerah harus bersikap untuk membantu mahasiswa dan warga Simeulue di perantauan.

"Mereka mau pulang tapi tidak ada biaya lagi. Orang tua mahasiswa tidak bisa bekerja maksimal mencari uang karena wabah ini. Minimal pemerintah memberikan subsidi supaya mahasiswa dan warga Simeulue di rantau bisa pulang," katanya.

Apabila anggaran yang sudah diplotkan untuk menanggulangi covid-19 di Simeulue masih belum cukup, DPRK Simeulue siap duduk dengan Pemkab Simeulue membahas kekurangan dananya.

"Dalam masalah covid-19 di Simeulue, semua harus bersatu. Mudah-mudahan Simeulue tidak ditemukan kasus yang positif," pungkas Ugek Farlian.(*)

Penulis: Sari Muliyasno
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved