Sabtu, 2 Mei 2026

Citizen Reporter

Masker Gratis ala Turki

Hal ini mereka lakukan sejak dinyatakan merebaknya penyakit Covid-19 pada pertengahan Januari lalu di kota Wuhan, Cina.

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
MUHAMMAD HAYKAL 

Hal ini mereka lakukan sejak dinyatakan merebaknya penyakit Covid-19 pada pertengahan Januari lalu di kota Wuhan, Cina.

MUHAMMAD HAYKAL, Mahasiswa Program Master Jurusan Sejarah Islam di Marmara University, melaporkan dari Istanbul, Turki

Pemerintah Turki telah mengambil kebijakan proaktif menghambat penyebaran virus Corona.

Hal ini mereka lakukan sejak dinyatakan merebaknya penyakit Covid-19 pada pertengahan Januari lalu di kota Wuhan, Cina. 

Dimulai dari pemasangan termal kamera hingga penyediaan disinfektan di berbagai sudut kota telah dilakukan pemerintah kota Istanbul dan kota-kota besar lainnya.

Bahkan pada awal Maret sebelum terkonfirmasi kasus positif pertama pemerintah telah meliburkan sekolah-sekolah dan menganjurkan social distancing.

Pada 10 Maret lalu, Turki mengumumkan kasus positif pertama.

Bupati Mursil Apresiasi Kapolda Aceh, Bantu Jaga Kawasan Pesisir Jalur Masuk TKI

Bireuen Perbolehkan Buka Pasar Hewan, Termasuk Besok, Tapi Ada Syaratnya, Meugang di Tiap Gampong   

Jumlah Positif Corona di Aceh tak Bertambah, PDP Bertambah Satu Orang

Awalnya, setelah pengumuman memang sempat terjadi beberapa fenomena panic buying.

Disenfektan, hand sanitizer, tisu, dan bahan makanan lainnya turut diborong beberapa warga yang sempat panik.

Namun, fenomena ini hanya terjadi di beberapa wilayah, khususnya di kawasan-kawasan elite di Istanbul seperti Kadıköy dan Beşiktaş.

Kemudian, seiring waktu kondisi semakin terkontrol.

Perlahan Pemerintah Turki juga melarang shalat berjamaah dan shalat Jumat di masjid untuk sementara waktu, tapi masjid tetap dibuka untuk umum bagi yang ingin shalat secara individu.

Selain itu, Diyanet İşleri Başkanlığı atau Direktorat Agama (not: Turki tak memiliki Kementerian Agama) telah menginstruksikan kepada seluruh masjid untuk mengumandangkan takbir dan doa menolak bala dari toa-toa masjid tiap malam setelah azan Isya.

Selain dari Presiden Erdoğan, tokoh kunci pada saat krisis kontrol selama pandemi ini adalah Menteri Kesehatan Fahrettin Koca.

Seluruh informasi dan perkembangan terkini terkait virus disampaikan pada waktu malam setiap harinya melalui ciutan akun twitter-nya dan konferensi pers.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved