Berita Abdya
Tender Jembatan Krueng Teukuh Dibatalkan, DPRK Abdya Minta Tahun Depan Dianggarkan Kembali
"Semoga pembatalan ini, bersifat sementara dan bisa ditender kembali, setelah persoalan Corona ini selesai," pungkasnya.
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Nurul Hayati
"Harusnya anggaran yang dicoret seperti beli mobil dinas baru, SPPD, dan kegiatan yang tidak berdampak pada rakyat. Bukan, kegiatan yang meningkatkan dan menopang ekonomi masyarakat seperti jembatan Krueng Teukuh ini," imbuhnya.
• Viral, Seorang Nenek Menolak Pemberian Sembako untuk Diberi Ke yang Lebih Membutuhkan
Ia berharap, pembatalan jembatan yang menghubungkan dari Desa Drien Leukit, Kecamatan Kuala Batee menuju Kecamatan Babahrot melalui jalan lebar 30 meter itu, bersifat sementara.
Sehingga harapan petani mengakhiri naik rakit menuju ke kebun pada 2022 bisa terwujud.
"Semoga pembatalan ini, bersifat sementara dan bisa ditender kembali, setelah persoalan Corona ini selesai," pungkasnya.
Seperti diketahui, Pembangunan Jembatan Krueng Teukuh, Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Abdya sempat gagal dibangun pada 2019.
Padahal, masyarakat setempat sudah sangat membutuhkan jembatan itu segera dibangun.
Untuk kelancaran transportasi menuju lahan pertanian dan perkebunan.
Awal kepemimpinan Akmal-Muslizar, jembatan tersebut telah masuk dalam anggaran Dana Alokasi Khusus Aceh (Doka) atau Otsus 2018 sebesar Rp 10 Miliar.
Sayangnya, anggaran yang telah disepekati itu 'berubah' ditengah jalan.
• Viral Lagu Virus Corona dari Bimbo Dirilis 30 Tahun Lalu, Ini Fakta dan Liriknya
Anggaran dialihkan untuk pembangunan jembatan Mancang Riek, Kecamatan Setia dengan anggaran Rp 10 miliar.
Anggaran Rp 10 miliar itu, rencananya untuk pengadaan rangka baja sepanjang 105 meter, biaya pemasangan, dan pengecoran lantai jembatan.
Pengadaan jembatan yang mencapai 105 meter itu, dilakukan mengingat pemasangan jembatan Krueng Teukuh akan dilakukan dengan sistem kantilever atau tanpa perancah bawah.
Sehingga dibutuhkan rangka lebih panjang atau lebih 45 meter sebagai penopang.
Seperti diketahui jembatan Krueng Teukuh tersebut pernah terhenti pada tahun 2012, akibat terjadinya pemutusan kontrak.
Namun, pembangunannya kembali dilanjutkan pada tahun 2016, menggunakan anggaran APBK sekitar Rp 7,2 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jembatan-krueng-teukuh.jpg)