Jumat, 10 April 2026

Corona Serang Dunia

Keluarga Biarkan Mayat di Rumah, Polisi dan Tentara Ekuador Dikerahkan

Seratusan keluarga di Ekuador, salah satu negara miskin di Amerika Latin harus membiarkan mayat anggota keluarganya di dalam rumahnya

Editor: M Nur Pakar
AFP/JOSE SANCHEZ
Para pekerja menguburkan para korban virus Corona yang dievakuasi oleh polisi dan militer di tempat pemakaman Maria Canals di luar Kota Guayaquil, Ekuador pada Minggu (12/4/2020). 

SERAMBINEWS.COM, QUITO - Seratusan keluarga di Ekuador, salah satu negara miskin di Amerika Latin harus membiarkan mayat anggota keluarganya di dalam rumahnya, karena tidak ada biaya.

Pemerintah Ekuador langsung mengerahkan polisi dan tentara untuk mengevakuasi seribuan mayat dari rumah warga dan rumah sakit.

Sebanyak 771 mayat dari rumah warga dan 631 dari rumah sakit telah dievakuasi dalam beberapa pekan terakhir ini di Guayaquil, pusat penyebaran wabah virus corona.

Semua Pasien Positif Corona Sembuh  

Pekerja kamar mayat di kota pelabuhan Pasifik itu tidak dapat mengatasi tumpukan simpanan mayat, dengan penduduk memposting video di media sosial yang memperlihatkan mayat dibiarkan di jalanan, seperti dilansir AFP, Senin (13/4/2020).

"Jumlah yang kami kumpulkan bersama satuan tugas dari rumah-rumah penduduk lebih dari 700 orang," kata Jorge Wated, yang memimpin tim polisi dan personil tentara yang dibentuk oleh pemerintah untuk membantu mengatasi kekacauan akibat COVID-19.

Dia mengatakan di Twitter pada Minggu (12/4/2020) bahwa gugus tugas bersama, yang beroperasi selama tiga minggu terakhir, telah mengambil 771 mayat dari rumah dan 631 lainnya dari rumah sakit, karena kamar mayat penuh.

Wated tidak merinci penyebab kematian para korban, 600 di antaranya telah dikuburkan oleh pihak berwenang.

Ekuador telah mencatat 7.500 kasus virus corona sejak dikonfirmasi pertama pada 29 Februari 2020. 

Ini Lima Kegiatan Atasi Kecemasan dan Ketakutan karena Corona

Provinsi pesisir Guaya menyumbang lebih dari 70 persen dari mereka yang terinfeksi di negara itu, dengan 4.000 kasus di ibukota Guayaquil..

Militer dan polisi mulai memindahkan mayat-mayat dari rumah selama tiga minggu setelah sistem kamar mayat di Guayaquil hancur, menyebabkan keterlambatan dalam layanan forensik dan rumah duka di bawah jam malam, hanya beroperasi 15 jam.

Warga Guayaquil memposting video di media sosial tentang mayat yang ditinggalkan di jalanan, bersama dengan pesan yang meminta bantuan untuk mengubur anggota keluarga mereka.

Pemerintah Ekuador telah mengambil tugas mengubur mayat, mengingat ketidakmampuan warga untuk melakukan itu, karena berbagai alasan, termasuk keterbatasan keuangan.

Pada awal April 2020, Wated mengatakan,

"Para ahli medis sayangnya ... memperkirakan bahwa kematian terkait COVID-19 dalam bulan-bulan ini akan mencapai antara 2.500 sampai 3.500 orang, hanya di provinsi Guayas."(*)

Video Animasi Proses Penyebaran Virus Corona saat Orang Positif Batuk di Tempat Umum

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved