Breaking News:

Video Animasi Proses Penyebaran Virus Corona saat Orang Positif Batuk di Tempat Umum

Para ilmuwan membuat simulasi komputer untuk mempelajari sejauh mana virus dapat melakukan perjalanan di dalam ruangan.

Editor: Amirullah
Credit: Aalto University / Via The Sun
Sebuah video simulasi menunjukkan awan partikel virus corona yang melintas di seberang lorong di supermarket. 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah video animasi menunjukkan simulasi bagaimana partikel-partikel virus corona (covid-19) yang keluar dari batuk seseorang yang positif.

Tampak dalam video tersebut partikel virus corona dapat bertahan di udara beberapa saat dan menyebar ke area, hingga akhirnya menginfeksi inangnya.

Dilansir dari The Sun, Para ilmuwan membuat simulasi komputer untuk mempelajari sejauh mana virus dapat melakukan perjalanan di dalam ruangan.

Hingga meneliti bagaimana awal tetesan ludah atau droplet akan menginfeksi orang lain bahkan setelah orang yang sakit pergi.

()

Sebuah video simulasi menunjukkan awan partikel virus corona yang melintas di seberang lorong di supermarket. (Credit: Aalto University / Via The Sun)

Tanpa Kita Sadari, Ini 5 Gejala Ringan Terinfeksi Virus Corona, Termasuk Sering ke Toilet

Dekati Api Sambil Bawa Botol Isi Hand Sanitizer, Bocah 3 Tahun Terbakar

Dari video simulasi tersebut, par ilmuwan mengatakan bahaya ketika seseorang yang idap Covid-19 batuk, dan virusnya menyebar di dalam ruangan.

Para ilmuwan yang terlibat mengatakan bahwa cara terbaik untuk menghindari penularan virus adalah dengan menjauh dari ruang publikseperti toko dan stasiun.

Profesor Ville Vuorinen dari Universitas Aalto di Finlandia mengatakan kepada BBC:

"Jika Anda pergi ke sana (tempat umum), batasi bepergian tersebut sesedikit mungkin. dan sesingkat mungkin."

Dalam sebuah pernyataan yang menyertai video tersebut, para peneliti mengatakan:

"Hasil awal menunjukkan bahwa partikel aerosol yang membawa virus dapat tetap berada di udara lebih lama dari yang diperkirakan, sehingga penting untuk menghindari ruang publik yang sibuk di dalam ruangan."

"Ini juga mengurangi risiko infeksi droplet, yang tetap menjadi jalur utama penularan virus corona."

Studi ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Aalto Finlandia, Institut Meteorologi Finlandia, Pusat Penelitian Teknis VTT Finlandia, dan Universitas Finlandia.

Para ahli meneliti bagaimana partikel aerosol udara kecil diangkut di udara ketika dipancarkan dari saluran pernapasan ketika bersin, batuk atau bahkan berbicara.

Oknum Polantas Ludahi dan Pungli Pengemudi Mobil Plat Aceh, Polda Sumut Minta Propam Proses Pelaku

Diduga Provokator Penolakan Pemakaman Jenazah COVID-19, Tiga Warga Jadi Tersangka

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved