Breaking News:

PHK Karyawan Hyundai

Hyundai: Pembayaran Pesangon Mantan Karyawan Sudah Sesuai UMP Aceh

PHK ini terkait dengan progres pekerjaan yang sudah mencapai 93 persen, sehingga setiap bulannya akan dilakukan pengurangan karyawan.

Penulis: Mahyadi | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Pimpinan PT Hyundai, Mr Lee sedang berdialog dengan jajarannya saat pertemuan dengan anggota DPRK Aceh Tengah, Kamis (16/4/2020). 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah 

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh PT Hyundai terhadap sembilan karyawannya menimbulkan masalah.

Pasalnya, perusahaan yang sedang mengerjakan proyek PLTA Peusangan 1 dan 2 itu, dianggap tidak membayar pesangon sesuai dengan ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan.

Sebelumnya, sembilan orang karyawan tersebut, mengadukan nasib mereka ke DPRK Aceh Tengah. Atas dasar itu, pihak dewan memanggil pimpinan PT Hyundai untuk memberikan penjelasan soal mekanisme pembayaran pesangon bagi mantan karyawannya.

“Pesangon yang kami bayarkan, disesuaikan dengan masa kerja serta mengacu pada Upah Minimum (UMP) Aceh,” kata Pimpinan Hyundai, Mr Lee melalui penerjemahnya Diki dalam pertemuan di ruang sidang DPRK Aceh Tengah, Kamis (16/4/2020). 

Dalam menjawab pertanyaan anggota dewan, Mr Lee, memberi penjelasan dalam bahasa Inggris karena tidak fasih berbahasa Indonesia, namun ia didampingi salah seorang penerjemah. “Dilakukannya PHK karena volume pekerjaan semakin kecil,” kata Mr Lee.

Disebutkan, seiring dengan progres pekerjaan yang sudah mencapai 93 persen, sehingga setiap bulannya akan dilakukan pengurangan karyawan. “Jadi jumlah karyawan yang dibutuhkan semakin sedikit, sehingga perlahan akan dilakukan pengurangan karyawan,” jelasnya.

Menurutnya, terjadinya pengurangan karyawan itu, bukan karena efesiensi tetapi lebih kepada volume pekerjaan semakin menurun lantaran beberapa proyek sudah rampung dikerjakan. “Kalau dulu, ada shift pagi dan malam. Tapi sekarang, satu shift saja makanya terjadi pengurangan karyawan,” sebut Mr Lee.

Hal senada disampaikan Manager PLN (Persero) UIP Kitsum, PLT Pesangan 1 dan 2, Nanda D Andrianto menyebutkan, secara keseluruhan, progres volume pekerjaan semakin kecil atau mencapai 83 persen. “Volume pekerjaan paling banyak, hanya tinggal di dua lokasi, yaitu di kawasan Remesen dan Singkiren. Sebagian hanya tinggal finishing,” kata Nanda. 

Terkait dengan adanya PHK yang dilakukan PT Hyundai terhadap sejumlah karyawannya, Nanda mengaku tindakan itu, bukan menjadi wewenang dari PLN.

“Memang kita menjadi satu kesatuan dalam proyek PLTA Pesangan, tetapi soal karyawan yang diperkerjakan oleh kontraktor, bukan wewenang kami. Apalagi, soal rekruit dan PHK,” jelas Nanda.

Namun, kata Nanda, di perjanjian kerja dengan kontraktor, ada salah satu butir yang menyebutkan harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini.

“Mungkin salah satunya, aturan tentang ketenaga kerjaan yang harus mengacu pada undang-undang kita,” sebut Nanda.(*)

Puluhan Abang Becak Motor Mengadu Ke DPRK Langsa, Karena tak Kebagian Bansos Covid-19

Waduh, Politisi Ini Usulkan Puasa Ramadhan Tahun Ini Ditunda Karena Alasan Corona

YouTuber Medan Ditangkap dan Ditahan, Lakukan Pelecehan Saat Nyanyikan Lagu Aisyah Istri Rasulullah

Kekejaman Pemimpin Korut Kim Jong Un, Tembak Mati Pasien Corona Hingga Eksekusi Menteri Ketiduran

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved