Breaking News:

Ramadhan 1441 H

Puasa Bisa Membuat Emosi Terkendali, Ini Penjelasannya

Latihan mengendalikan diri dengan berpuasa tidak hanya bisa dilakukan di bulan Ramadhan. Namun juga bisa pada puasa sunnah di luar bulan Ramadhan.

Editor: Taufik Hidayat
Tribunnews.com
Ilustrasi Puasa 

Laporan Syamsul Azman

SERAMBINEWS.COM - Puasa pada hakikatnya merupakan sebuah aktivitas pengendalian diri. Ketika berpuasa, seseorang lebih bisa mengendalikan diri dari dorongan dalam diri maupun dari luar diri. 

Latihan mengendalikan diri dengan berpuasa tidak hanya bisa dilakukan pada puasa wajib bulan Ramadhan.

Namun juga bisa pada puasa sunnah lainnya di luar bulan Ramadhan.

Surat Al-Baqarah ayat 184 berisi tentang perintah berpuasa yaitu sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al-Baqarah: 183). 

Selain itu, setidaknya ada tiga faktor yang menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kemarahan dengan puasa. 

Faktor pertama, adalah keadaan tubuh seseorang. Seseorang yang kondisi tubuhnya sedang kurang baik maka ia akan memiliki kemungkinan untuk lebih cepat marah dan apabila stimulus untuk marahnya makin besar ia akan menunjukan regulasi tingkat kemarahan yang lebih rendah. 

Faktor kedua, adalah pikiran, konsep kognisi terhadap suatu stimulus dapat menentukan respon yang akan kita berikan. Ketika kita menganggap bahwa stimulus eksternal itu buruk maka akan membuat kita bisa merasa marah.

Anggapan kita terhadap stimulus eksternal akan berhubungan langsung pada tingkat regulasi kemarahan yang diekspresikannya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved