Breaking News
Senin, 18 Mei 2026

Update Corona di Aceh

Akibat Virus Covid-19, Mualem Minta Pemerintah Pulangkan Warga Aceh di Malaysia

Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf alias Mualem meminta Pemerintah Aceh untuk memulangkan para TKI atau warga Aceh di Malaysia

Tayang:
Penulis: Subur Dani | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf alias Mualem meminta Pemerintah Aceh untuk memulangkan para TKI atau warga Aceh di Malaysia 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf alias Mualem meminta Pemerintah Aceh untuk memulangkan para TKI atau warga Aceh di Malaysia.

Desakan Mualem tersebut disampaikan kepada Serambinews.com, Senin (20/4/2020) akibat kondisi setelah mewabahnya Covid-19, terutama di Malaysia.

Penyebaran virus Corona yang kian meresahkan dunia saat ini membuat Muzakir Manaf alias Mualem sangat khawatir.

Terlebih Mualem turut prihatin kepada warga Aceh atau TKI Aceh di Malaysia yang kini harus berdiam diri di rumah, akibat lockdown yang diberlakukan di negera tersebut.

PDP Pidie Bertambah, 21 ODP Dilakukan Test Swab di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli

Karena itu, Mualem meminta Pemerintah Aceh untuk mencari solusi agar warga Aceh yang kini berada di Malaysia bisa segera dipulangkan ke Aceh.

Apalagi, ke depan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri akan tiba, sepatutnya dengan kondisi saat ini, menurut Mualem, lebih baik warga Aceh yang mengais rezeki di negeri seberang, bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga.

"Banyak yang menghubungi kami, warga Aceh di sana (Malaysia), mereka ingin pulang, namun karena kondisi sedang begini, mereka tidak punya cara dan tak ada solusi untuk pulang ke Aceh.

Padahal, mereka ingin sekali pulang, ingin berkumpul dengan keluarga," kata Mualem kepada Serambinews.com.

Mualem sadar, memang dengan kondisi saat ini, tidak mudah memulangkan warga Aceh dari Malaysia.

Namun, katanya, pasti pemerintah punya cara tersendiri.

Masjid Oman Lampriek Banda Aceh Tetap Laksanakan Tarawih, Shaf Shalat Direnggangkan

Apalagi Pemerintah Aceh dan Pemerintah Indonesia sudah berpengalaman saat memulangkan mahasiswa Aceh dari Wuhan, China beberapa waktu lalu.

Jika maskapai tidak ada jam terbang, lanjut Mualem, masih bisa ditempuh dengan jalur laut.

Dan Mualem menyarankan, agar Pemerintah Aceh menyewa kapal untuk mengangkut warga Aceh dari sana.

“Bisa saja dengan kapal, jadi pulang dari jalur laut saja. Saya rasa ini harus dilakukan, jangan sampai nanti ada warga kita yang memaksa diri pulang dari jalur belakang,” kata Mualem.

Mualem juga mengatakan, jika warga Aceh nanti dipulangkan, tentu prosedur kesehatan bagi mereka yang dibawa pulang harus benar-benar diterapkan.

Mereka yang baru tiba tetap harus dikarantina selama 14 hari sesuai dengan prosedur kesehatan dalam mencegah Covid-19.

Dokter Asal Lhokseumawe Ini Jadi Relawan RS Covid-19 Wisma Atlet

“Begitu tiba, ya harus dikarantina, itu prosedurnya. Intinya dibawa pulang dulu, karena kita juga sayang mendengar keluhan warga kita di sana,” pungkas Mualem.(*)

Diturunkan di pulau kecil, Tekong lari

Seperti diberitakan sebelum, keingin warga Aceh di Malaysia menyisakan kisah pilu.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com Sabtu (28/3/2020), ada 7 warga Aceh yang melaporkan diri terdampar pada sebuah pulau kecil di kawasan Johor, Malaysia.

Dalam sebuah video yang diterima Serambinews.com, tujuh pria ini mengaku ingin pulang ke Aceh.

Namun ternyata mereka diturunkan oleh tekong boat di sebuah pulau kecil yang tak jauh dari Johor.

PDP Pidie Bertambah, 21 ODP Dilakukan Test Swab di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli

“Hana kutuho le, ka diboeh awak long. Tekong jih ka diplueng, tah-tah awak long dibaplueng, ditiek di sinoe tujuh neukira laju.

(Enggak tahu lagi, sudah dibuang kami. Tekongnya sudah lari, tas kami pun dibawanya. Kami dibuang di sini, tujuh orang),” begitu bunyi suara dalam video berdurasi 25 detik tersebut.

“Meutatupat tan nyoe, bak pulau. Hanjeut talangue blah deh. Padahai ka toe blah deh, tapi hanjeut talangue, lhok bak teungoh laot.

(Enggak tahu di mana lokasinya, sebuah pulau. Nampak daratan di seberang, tapi tak mungkin berenang, karena lautnya dalam),” lanjut dia.

Ditanya terkait video ini, Jafar Insya mengatakan dirinya juga menerima kiriman video itu.

“Tapi itu sudah dijemput dan kabarnya mereka sudah kembali ke Johor,” kata Jafar Insya Reubee, Komunitas Aceh di Malaysia.

Lockdown di Negeri Jiran

Sebelumnya, pemberlakuan masa karantina atau lockdown di Malaysia yang berlangsung sejak 18 Maret lalu, mulai berdampak pada kehidupan masyarakat.

Kehidupan masyarakat di negeri jiran itu dilaporkan mulai terhuyung-huyung.

Warga pendatang maupun masyarakat tempatan, mulai kesulitan mendapatkan makanan, karena tidak bisa mencari nafkah seperti biasanya.

Informasi diperoleh Serambinews.com Sabtu (28/3/2020), para buruh bangunan dan pekerja kasar asal Aceh salah satu kelompok yang paling merasakan pukulan dari aksi perang melawan wabah COVID-19 ini.

Pejabat Aceh Besar Rapat Sambil Berjemur, Dipimpin Langsung Bupati Mawardi Ali

“Hari ini ada 7 orang pekerja asal Aceh yang mengadu sudah 4 hari tidak makan. Saat ini kami hanya bisa memberikan bantuan seadaanya, seperti beras, minyak masak, kopi susu, gula, biskuit, telur, dan mi instan,” kata Presiden Gabungan Usahawan Acheh Malaysia (GUAM), Harris Bin Terry Sarava kepada Serambinews.com.

Haris mengatakan, orang-orang yang mulai kesulitan mendapatkan makanan itu umumnya bekerja sebagai buruh bangunan di Banting Negeri Sembilan.

Haris juga mengatakan, pihak GUAM masih membicarakan kemungkinan menggalang bantuan dari para pemilik kedai runcit di masing-masing wilayah untuk membantu orang-orang yang mengalami kesulitan ini.

“Sama ada orang Aceh maupun masyarakat Melayu tempatan yang mulai kesulitan, harus sama-sama kita bantu,” kata Haris.

Bagi-bagi Bantuan

Sementara itu, komunitas Aceh di Malaysia, Jafar Insya Reubee, melaporkan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh para pedagang kedai runcit atau kedai Aceh di Lembah Kelang Malaysia.

Jafar Insya mengatakan, Sabtu siang tadi, masyarakat dan para pedagang kedai Aceh di Klang, Selangor, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Melayu dan Aceh yang terkena dampak dari pemberlakukan lockdown.

“Ada 450 paket bantuan yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui pengurus masjid, surau,” tulis Jafar Insya melalui pesan WhatsApp.

“Setiap paket berisi beras, minyak goreng, telur, tepung, susu, mi instan, dan lain-lain, dengan harga RM 50,” tambah Jafar.

Kisah Siti Hajar, Janda Miskin Pemanjat Pinang Asal Aceh Diberitakan Media Malaysia, Ini Videonya

Ia menyebutkan, bantuan itu berasa dari masyarakat dan pedagang kedai Aceh di kawasan Klang, Selangor.

Bantuan itu disalurkan kepada masyarakat Aceh dan penduduk lokal Melayu yang terdampak kebijakan lockdown.

Jafar juga mengirimkan video dan beberapa foto kegiatan penyaluran bantuan dari pedagang kedai Aceh di Klang.

Selain di Klang, kata Jafar, para pedagang kedai Aceh di beberapa kawasan lainnya juga sudah mulai mengumpulkan bantuan untuk membantu meringankan beban masyarakat.

Menurutnya, awalnya Komunitas Melayu Aceh Malaysia (KMAM) yang dipimpin oleh Datuk Mansyur Bin Usman bermaksud mengumpulkan bantuan pada satu titik, untuk kemudian disebarkan ke wilayah yang membutuhkan.

Namun, setelah berdiskusi dengan berbagai pihak, akhirnya diputuskan bahwa bantuan digalang di masing-masing kawasan dan disalurkan kepada masyarakat di sekitar kawasan dimaksud.

“Berdasarkan keizinan dari pihak polis, maka penggalangan bantuan dikoordinir oleh ketua kawasan masing-masing, di bawah payung Komunitas Aceh Malaysia,” kata Jafar Insya.

Mulai Besok, Masuk ke Kota Lhokseumawe Wajib Gunakan Masker, Tim Gabungan Gelar Razia

Ia menambahkan, penggalangan dan penyaluran bantuan di masing-masing wilayah, dimaksudkan agar tidak ada pergerakan orang dan barang dalam jarak yang jauh.

“Karena misi utama kita adalah membantu Kerajaan dalam perang melawan COVID-19. Kita ingin meringankan beban Kerajaan, juga beban masyarakat,” kata Jafar Insya.

“Info yang baru saja saya terima, di kawasan Rantau Panjang Klang, sudah terkumpul RM 12.200, tapi belum disalurkan. Mungkin dalam dua hari ini,” ujarnya.

Selain di kawasan Klang, para pedagang kedai Aceh di kawasan Greenwood Batu Cave dan sekitarnya juga sudah menggalang bantuan besar-besaran, untuk disalurkan kepada masyarakat yang terkena dampak dari kebijakan lockdown.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved