Update Corona di Aceh Tamiang
Ambulans RSUD Aceh Tamiang yang Membawa PDP Corona Tergelincir ketika Menghindari L300
Berawal saat sopir berusaha menghindari minibus L300 yang melaju kencang dari arah berlawanan, Kamis (23/4/2020) dini hari. Kondisi jalanan licin...
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Berawal saat sopir berusaha menghindari minibus L300 yang melaju kencang dari arah berlawanan, Kamis (23/4/2020) dini hari. Kondisi jalanan licin akibat diguyur hujan, menyebabkan ambulans tersebut hilang kendali. Hingga terperosok ke dataran rendah yang berada di luar jalur jalan raya.
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Kecelakaan tunggal yang dialami ambulans RSUD Aceh Tamiang saat membawa satu PDP virus Corona, berawal saat sopir berusaha menghindari minibus L300 yang melaju kencang dari arah berlawanan, Kamis (23/4/2020) dini hari.
Kondisi jalanan licin akibat diguyur hujan, menyebabkan ambulans tersebut hilang kendali.
Hingga terperosok ke dataran rendah yang berada di luar jalur jalan raya.
“Situasi ketika itu hujan, sehingga sopir kehilangan kendali karena jalanan licin,” kata Pj Direktur RSUD Aceh Tamiang, T Dedy Syah, Kamis (23/4/2020).
Dedy menjelaskan, kecelakaan ini terjadi sekira pukul 24.00 WIB, saat ambulans dalam perjalanan menuju Banda Aceh membawa pasien rujukan PDP virus Corona.
Namun dia menduga, kecelakaan ini berkaitan dengan kondisi sopir ambulans yang mengenakan APD secara lengkap.
• LIVE STEAMING Sidang Isbat Penetapan Awal Puasa 1 Ramadhan 1441 H di TVRI Pukul 17.00 WIB
Menurutnya, sopir tersebut juga mengenakan kacamata goggles yang membuat pandangannya terbatas dan terganggu.
“Sesuai SOP sopir kita juga harus memakai APD termasuk kacamaa goggles. Tapi ini kan tidak nyaman dipakai saat mengemudi, berembun,” katanya.
Kondisi ini diperparah dengan kondisi ambulans yang tidak dilengkapi AC.
Suhu tinggi di dalam mobil ini, disebutnya juga membuat sopir tidak nyaman karena gerah.
“Ambulans untuk pasien Corona memang tidak boleh ada AC, harus dimatikan. Begitu SOP nya,” lanjut Dedy.
Dia menjelaskan, kalau pasien yang berada di dalam ambulans itu sudah menjalani pemeriksaan rapid test dan dinyatakan negatif.
Namun karena sejauh ini masih mengeluhkan sesak napas, tim medis memutuskan merujuk pasien itu ke RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh. (*)
• Faza, Gadis Multi Talenta asal Sigli yang jadi Finalis Putri Kebudayaan Aceh 2020, Berikut Profilnya