Corona Serang Dunia

Antibodi Kebal Corona?

Antibodi ternyata mampu mencegah terpapar virus Corona, di New York, AS, seusai dilakukan tes di laboratorium.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Michael loccisano / GETTY IMAGES NORTH AMERICA
Satu kelompok yang dinamakan 'Malaikat Pelindung' yang bertugas mencegah kejahatan berpose di area Chinatown, New York, AS, Rabu (22/4/2020). 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK – Antibodi ternyata mampu mencegah terpapar virus Corona, di New York, AS, seusai dilakukan tes di laboratorium.

Antibodi dapat ditemukan pada darah atau kelenjar tubuh vertebrata lainnya, dan digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasikan dan menetralisasikan benda asing seperti bakteri dan virus.

Sebuah survei terhadap sekitar 3.000 orang menemukan dan hanya 14% memiliki antibodi, menunjukkan terpapar virus,kata  Gubernur New York, Andrew Cuomo pada briefing hariannya.

Di New York City, pusat pandemi di AS, 21% dari orang yang diuji memiliki antibodi.

Cuomo mengingatkan data itu masih pendahuluan dan jumlah yang diuji masih sedikit, seperti dilansir AP, Jumat (24/4/2020).

Ditambahkan, peserta ujicoba direkrut dengan tergesa-gesa di pusat-pusat perbelanjaan dan toko kelontong, yang berarti mereka cukup sehat untuk keluar di depan umum.

Namun gubernur mengatakan berapa banyak orang yang memiliki antibodi, dan siapa yang mungkin kebal terhadap virus, berpotensi dapat membantu menetapkan kebijakan kapan membuka kembali negara bagian.

“Kami akan memiliki sampel yang lebih besar dan lebih besar. Tapi saya ingin melihat snapshot dari apa yang terjadi dengan itu. Apakah naik, datar atau turun? Dan itu benar-benar dapat memberi kami data untuk mengambil keputusan, "kata Cuomo.

Sebelumnya Kamis, komisaris kesehatan Kota New York mengatakan sebanyak 1 juta orang di Kota New York mungkin terpapar virus Corona.

Setidaknya 263.000 orang di seluruh negara bagian, termasuk sekitar 142.000 orang di New York City, telah dites positif untuk virus Corona.

Tetapi Komisaris Kesehatan kota Dr. Oxiris Barbot menyebut angka-angka itu masih berada di ujung “gunung es."

Dia mencatat masih ada orang-orang yang mencurigai memiliki virus tetapi tidak sakit parah sehingga tidak perlu dites, sehingga jumlah sebenarnya orang sakit tidak diketahui.

"Tidak akan mengejutkan saya jika, pada titik ini, kita mungkin sudah dekat dengan 1 juta penduduk New York yang telah terpapar COVID-19," katanya.

VIDEO - Rumah Sakit di Amerika Serikat Mulai Kewalahan, Mayat Ditumpuk Tak Beraturan

VIDEO - Rumah Sakit di Amerika Serikat Mulai Kewalahan, Mayat Ditumpuk Tak Beraturan

Cara Warga Atlanta Amerika Serikat Menghormati Para Pahlawan Covid-19

Sementara, 438 orang lainnya terbunuh oleh virus pada Rabu (22/4/2020, sehingga total korban tewas menjadi lebih dari 15.700 orang.

Jumlah itu tidak termasuk 5.100 kematian lainnya di New York City yang diyakini disebabkan oleh virus tetapi belum dikonfirmasi melalui tes laboratorium.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved