Berita Gayo Lues

Harga Masker di Gayo Lues Mencapai Rp 20.000/Lembar

Permintaan masker meningkat drastis di Galus, karena kesadaran masyarakat juga meningkat untuk memakai masker.

Penulis: Rasidan | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Penjahit masker kain home industri kerajinan ibu rumah tangga di Lhokseumawe kebanjiran orderan. Foto direkam Rabu (15/4/2020). 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Permintaan  masker dalam dua pekan terakhir ini meningkat drastis di kabupaten Gayo Lues (Galus), akibat dampak virus corona (Covid-19) yang juga disertai dengan kesadaran masyarakat meningkat menggunakan masker saat keluar rumah setelah dinyatakan salah satu warga di kabupaten itu terjankit positif corona sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang peroleh Serambinews.com, Selasa (28/4/2020), permintaan masker meningkat drastis di kabupaten itu, bahkan harganya mencapai Rp 20.000/helai yang terbuat dari kain oleh pengrajin bordir atau tukang jahit lainnya, sedangkan harga masker paling murah yakni Rp 8.000/ helai.

Disamping permintaan dan peminat yang meningkat drastis, bahkan banyak warga terutama pengrajin bordir atau tukang jahit saat ini dilaporkan mulai beramai-ramai membuat masker itu dengan bahan dari kain dengan berbagai motif atau jenis serta harganya juga dijual bervariasi.

"Harga masker di Galus yang banyak dijual dipasar dan dipajak serta di toko tukang jahit itu mencapai Rp 20.000/helai dan harga paling murah Rp 8000, bahkan untuk mengambil dua helai (biji) dikasih harga Rp 15.000 dua pasang,"kata Ridwan didampingi sejumlah warga lainnya saat membeli masker di Pajak Kutapanjang.

Begitu juga halnya diakui Sulastri dan warga lainnya di Blangkejeren, permintaan masker meningkat drastis di Galus, karena kesadaran masyarakat juga meningkat untuk memakai masker terutama setelah ada salah satu warga di kabupaten itu dinyatakan positif corona.

Disamping itu juga pemerintah daerah mengimbau agar masyarakat selalu menggunakan masker saat keluar rumah, baik kepasar atau ketempar lainnya, bahkan shalat berjamaah di masjid juga dianjurkan para jamaah memakai masker.

"Sudah tidak heran lagi bagi masyarakat saat ini, kemana-mana warga mulai memakai masker, ini merupakan salah satu bentuk kesadaran bagi masyarakat dalam upaya pencegahan Covid-19 di kabupaten itu," sebutnya.(*)

Pacu Minat Dosen Untuk Publikasi Ilmiah, Unimal Sediakan Insentif Rp 50 Juta

Anggaran Penanganan Covid-19 di Aceh Barat Capai Rp 128 Miliar, Ini Pos Dana yang Dipangkas  

Kisah Sang Ayah Tetap Bekerja Jadi Tukang Kebersihan di Tengah Pandemi Covid-19

Viral di Medsos, Seorang Ayah Mudik dengan Berjalan Kaki untuk Bisa Berjumpa Anaknya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved