Senin, 18 Mei 2026

Update Corona di Subulussalam

Masa Operasional Karantina Covid-19 Subulussalam Diperpanjang, Ini Koordinator Baru

Masa operasional karantina covid-19 Kota Subulussalam resmi diperpanjang hingga akhir Mei mendatang

Tayang:
Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Juru bicara GTPP Covid-19 Kota Subulussalam, Baginda Nasution, SH MM 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Masa operasional karantina covid-19 Kota Subulussalam resmi diperpanjang hingga akhir Mei mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Subulussalam, Baginda Nasution, SH MM kepada Serambinews.com, Rabu (29/4/2020).

Selain memperpanjang masa operasional, Kepala Baginda mengatakan adanya perubahan kordinator karantina Covid-19 Kota Subulussalam.

Sebelumnya, koordinator karantina ditangani Hermaini, S.PdI MM Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah.

Untuk sebulan ke depan, karantina Kota Subulussalam dikoordinir Abdurrahmansyah, SE, MM.

Abdurrahmansyah merupakan Sekretaris DPRK Subulussalam.

Apakah Diperbolehkan Salat Tarawih di Rumah? Ini Penjelasannya Besarta Niat Salat Tarawih

“Jadi untuk masa operasional karantina diperpanjang dan koordinatornya ditangani sekwan Subulussalam,” terang Baginda

Baginda menambahkan, untuk penanganan karantina memang ditangani langsung kepala SKPK dan koordinatornya ditentukan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Nantinya, lanjut Baginda Abdurahman akan dibantu para kadis seperti Sulisman dan Syafrianda serta beberapa kepala bagian.

WHO Sebut Perokok Berisiko Tertular Corona, Kini Nikotin Disebut Bisa Basmi Covid-19, Mana Benar?

Hermaini yang ditanyai secara terpisah membenarkan jika dia hanya bertugas menggkoordinis karantina hingga Kamis (30/04/2020) besok.

Setelahnya, akan ditangani coordinator yang baru.

Kendati demikian, Hermaini mengaku tetap membantu penanganan karantina membantu koleganya di sana.

Hermaini mengaku beratnya bertugas di karantina lantaran harus kontak langsung dengan warga yang mengalami gejala.

Lebih jauh Hermaini mengaku jika pelayanan mereka belum berkeadilan terhadap diri sendiri sebagai petugas.

Namun masalah karantina hal yang mendasar bagaimana memanusiakan manusia.

“Sangat berat, karena setiap hari dan malam kita berhubungan langsung dengan warga bergejala, takut juga," ujar Hermaini

Ka’bah Dicuci dan Disterilkan, Korban Corona di Saudi 20.000 Lebih

Sebelumnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Subulussalam memutuskan memperpanjang masa karantina yang berlokasi  di Hotel Hermes One hingga sebulan ke depan.

”Hasil evaluasi ketua gugus jadi kita ambil keputusan memperpanjang masa posko karantina satu bulan ke depan,” kata Baginda Nasution, Juru bicara GTPP Covid-19 Kota Subulussalam kepada Serambinews.com, Selasa (28/4/2020)

Baginda yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan perpanjangan masa operasional posko karantina di Hermes One Hotel ini hingga 30 Mei mendatang.

Menurut Baginda perpanjangan tersebut karena tingginya angka warga yang masuk dari luar daerah dan merupakan zona terjangkit.

Pertimbangan lain, kata Baginda juga mengikuti masa darurat covid-19 secara nasional yang berlangsung hingga 29 Mei mendatang.

Selain pertimbangan tersebut, perpanjangan posko karantina karena Subulussalam merupakan pintu gerbang Aceh-Sumatera Utara.

Daftar Harga Ponsel Xiaomi Akhir Bulan April 2020: Redmi Note 8 hingga Pocophone F1

Karantina Subulussalam yang mulai dibuka 30 Maret lalu mendapat perhatian serius Pemerintah Aceh sehingga perlu dimaksimal.

“Apalagi menjelang lebaran ini perlu juga antisipasi. Memang beberapa daerah ada larangan mudik tapi kita tidak tau ada aja nanti cara orang pulang maka semua harus diperhitungkan,” ujar Baginda.

Seperti berita sebelumnya, memasuki pekan keempat sudah 203 orang warga Kota Subulussalam yang menjalani karantina untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19 di Hotel Hermes One, Jalan Teuku Umar, Penanggalan.

Hal itu disampaikan, Hermaini, koordinator karantina covid-19 Kota Subulussalam kepada Serambinews.com, Senin (27/4/2020) malam.

Menurut Hermaini, karantina tersebut dilakukan terhadap warga yang baru pulang dari luar Kota Subulussalam atau daerah terjangkit dan memiliki gejala.

Sementara warga yang tidak memiliki gejala dan baru pulang dari luar daerah disarankan mengkarantina secara mandiri atau di rumah masing-masing.

YouTuber yang Tawarkan Rp 10 Juta untuk Batalkan Puasa Minta Maaf, Sebulan Hasilkan Rp 120 Juta

”Jadi yang dikarantina di Hermes One mereka bergejala sementara tanpa gejala isolasi mandiri,” terang Hermaini

Dikatakan, berdasarkan data timnya, jumlah warga yang menjalani karantina di lokasi hotel mencapai 203 orang.

Jumlah tersebut terhitung sejak dibukanya lokasi karantina hingga malam ini.

Secara rinci disebutkan, warga yang dikarantina masing-masing 128 pria dan 75 wanita.

Namun dari jumlah itu sebagian besar telah selesai menjalani masa karantina dan diperkenankan kembali ke rumah masing-masing.

Untuk jumlah yang dikarantina saat ini tinggal 32 orang. Mereka terdiri dari 22 pria dan sepuluh wanita.

Hermaini menambahkan, warga yang dikarantina tersebut sebagian  datang dengan suka rela.

Namun ada pula menolak hasil pemeriksaan medis di posko perbatasan namun karena merupaka rekomenasi dikarantina tetap harus mengikuti aturan tersebut.

Data Harian Posko Siaga Covid-19 Aceh Singkil, Traveler 2.313 dan Orang Dalam Pemantauan 477

Sementara tim terus mengedukasi masyarakat agar siap mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Subulussalam.

Di lokasi para warga karantina saban hari mengikuti sejumlah aktivitas termasuk pemeriksaan kesehatan secara rutin. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved