Breaking News:

SALAM SERAMBI

Denda Tak Bermasker Mestinya Menyeluruh  

Pemerintah Kota Banda Aceh segera mendenda siapapun warga yang beraktivitas di luar rumah tanpa mengenakan masker

AFP/File/Saeed KHAN
Seorang pria memperhatikan sosialisasi pencegahan virus Corona melalui jejeran foto bermasker di Melbourne, Australia pada April 2020. 

Pemerintah Kota Banda Aceh segera mendenda siapapun warga yang beraktivitas di luar rumah tanpa mengenakan masker. Sanksi ini sebagai penerapan Peraturan/Instruksi Wali Kota dalam rangka memutus mata rantau penyebaran virus Corona di wilayah ini. Dan, langkah egas Wali Kota Aminullah Usman ini mestinya diikuti juga oleh wali kota dan bupati di seluruh Aceh sehingga pencegahan Covid‑19 bisa lebih efektif di provinsi ini.

`Kita kenakan denda bagi setiap pelanggar, terutama bagi mereka yang ke luar rumah tanpa memakai masker. Kami melihat, selama ini tingkat kepatuhan masyarakat masih rendah terhadap imbauan bermasker ketika berada di luar rumah. Suapaya dipatuhi, maka akan kita denda bago siapaun yang keluar rumah tanpa masker," kata Wali Kota.

Aminullah mengingatkan, penggunaan masker itu sangat penting untuk meminimalisir risiko penularan Covid‑19, terutama bagi warganya. Karena, virus ini menular lewat droplet tetesan atau percikan dari saluran pernapasan seseorang yang telah terinfeksi, baik saat batuk, bersin, maupun berbicara.

Selain penggunaan masker, Wali Kota Banda Aceh juga mengatur kewajiban cuci tangan seperti penyediaan wastafel atau hand sanitizer di tempat usaha dan ruang publik lainnya, serta protokol menjaga jarak (physical distancing) bagi masyarakat umum. "Peraturan Wali Kota ini segera kita sosialisasikan secara masif kepada masyarakat termasuk melalui pengumuman di masjid‑masjid," katanya.

Mengenai physical distancing di tempat usaha seperti warung kopi, kafe, dan restoran, Pemerintah Kota Banda Aceh sudah  mengeluarkan Perwal tersendiri. "Sanksi bagi pemilik usaha yang membandel mulai dari teguran lisan, tertulis, penyegelan, hingga pencabutan izin. Penerapannya akan kita optimalkan lagi di lapangan," tuturnya.

Aturan wajib menggunakan masker sudah lebih dulu diterapkan beberapa kepala daerah di luar Aceh. Antara lain, Wali Kota Padang, Sumbar, instruksi menggunakan masker sudah diberlakukan sejak awal April. Yang wajib memaruhi intruksi wali kota itu bukan hanya warga Kota Padang, tapi siapapun warha yang masuk ke wilayah ibu kota Provinsi Sumatera Barat itu.

Siapa saja yang kedapatan tidak memakai masker saat di luar rumah, didenda harus membeli atau menyediakan dua masker. "Satu masker itu diberikan kepada warga yang didenda untuk dikenakan, satu lagi diberikan kepada warga lain yang belum punya masker," kata wali kota.

Masker yang diminta untuk digunakan warga berdasarkan surat itu ialah masker yang terbuat dari kain minimal dua lapis dan dapat dicuci untuk menghindari kelangkaan masker yang digunakan tenaga medis.

Di Jakarta, Gubernur Anies Baswedan, menerbitkan Pergub sebagai dasar hukum penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di ibu kota. Dalam aturan tersebut antara lain ditegaskan, setiap orang wajib untuk melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menggunakan masker di luar rumah.

Pergub yang diterbitkan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengatur secara khusus tentang sanksi bagi yang tidak memakai masker saat beraktivitas di luar. Jika melanggar dikenakan sanksi pidana. Mulai dari ringan, sampai berat jika berulang. Prosesnya dilaksanakan  bersama aparat penegak hukum dan memastikan ketentuan ini dilaksakan termasuk ketentuan Undang‑Undang Kekarantinaan Kesehatan. "Yakni pidana 1 tahun dan denda Rp 100 juta," kata Anies.

Di daerah‑daerah yang sudah menerapkan sanksi bagi warga tak bermasker di luar rumah, respon masyarakatnya sangat positif. Hanya orang‑orang terkena sanksi yang menlancarkan protes. Untuk itu, selain di Banda Aceh, kita berharap pemberian sanksi bagi yang tidak menggunakan masker di luar rumah, juga diterapkan di semua kabuopaten/kota seluruh Aceh. Dengan penerapan secara menyeluruh, kita sangat yakin kebijakan ini akan lebih efektif memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Kita mendudukung penerapan denda dan harus dilaksanakan secara tegas sehingga kita semua bisa segera hidup kembali normal tanpa dibayang‑bayangi "monster" bernama Covid‑19.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved