Opini
Harapan Pengobatan Covid 19
Bisa dipastikan, Ramadhan kali ini akan berbeda dengan sebelumnya akibat pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia
dr Teuku Ilhami Surya Akbar, M. Biomed
Dosen Fakultas Kedokteran Malikussaleh, Perhimpunan Dokter Transfusi Darah (PDTDI) Wilayah Aceh.
Bisa dipastikan, Ramadhan kali ini akan berbeda dengan sebelumnya akibat pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Tidak pernah terbayangkan Ramadhan yang merupakan bulan suci bagi umat muslim seluruh dunia harus kita jalani dengan cara berbeda.
Momen untuk meningkatkan ibadah dibanding bulan lain, baik itu puasa, membaca Alquran, salat tarawih berjamaah, salat sunah, hingga kegiatan sosial seperti berkumpul bersama keluarga maupun sahabat saat berbuka puasa, tidak bisa kita jalani dengan nyaman dan indah seperti tahun-tahun sebelumnya. Ritual dan tradisi terdistorsi ketidakpastian akibat Covid-19.
Dari data yang ada saat ini, kasus Covid-19 ini terus meningkat. Sejak ditetapkannya Indonesia waspada Covid-19 pada Maret 2020, jumlah pasien menunjukkan lonjakan yang kian mengkhawatirkan, baik data nasional maupun di seluruh dunia. Data tabulasi nasional per tanggal 25 April 2020, menunjukkan angka positif Covid-19 mencapai 8.607 pasien, meninggal 720, sembuh 1.042, dan jumlah yang diperiksa 67.000 dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).
Bola salju
Di Aceh sendiri, jumlah positif Covid-19 itu sudah 8 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 81 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.777 orang (sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, 25 April 2020). Angka-angka ini menunjukkan potensi penyebaran Covid-19 semakin meningkat setiap hari.
Kita tidak mengharapkan ini benar, tetapi bisa fakta yang sebenarnya lebih mencemaskan dari angka-angka di atas. Bisa jadi terdapat jumlah pasien pasien positif yang lebih banyak dari angka di atas, tetapi mereka tidak menunjukkan gejala apa pun. Jumlah pasien positif bisa saja seperti fenomena bola salju. Setiap saat gelinding bolanya semakin besar tanpa kita sadari termasuk selama Ramadhan ini.
Transmisi Covid-19 ini yang semakin hari semakin meningkat diakibatkan banyak dari kita menganggap sepele penyakit Covid-19. Kita masih menganggap sepele penyebaran Covid-19 dan cara menghadapinya pun sama seperti kasus biasa. Kita tidak sadar bahwa penyebarannya ini dapat difasilitasi oleh kontak dengan orang-orang terdekat, karena virus menyebar melalui droplet atau cairan dari sistem pernafasan dan kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.
Untuk mengurangi dampak kesehatan masyarakat, beberapa negara telah menerapkan beberapa aturan di antaranya, menjauhi tempat keramaian (social distancing), menjaga jarak fisik (physical distancing), pemakaian masker setiap keluar rumah, serta mencuci tangan.
Aturan-aturan tersebut bertujuan untuk menghentikan penularan dengan mengurangi interaksi antara orang-orang. Aturan-aturan ini adalah mekanisme kontrol mendasar untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular, terutama infeksi pernapasan, yang terkait dengan berkumpulnya orang-orang dalam jumlah besar.
Peringatan untuk menjaga jarak fisik, termasuk menghentikan sementara salat berjamaah di masjid, pembatasan pertemuan publik dan pembatasan gerakan lainnya, akan berdampak langsung pada penyebaran dari Covid-19, apalagi jika aturan ini dapat diterapkan di bulan suci Ramadhan karena kegiatan sosial dan keagamaan banyak yang terpusat selama Ramadhan.
Pengobatan Covid 19
PMI (Palang Merah Indonesia) baru-baru ini bekerjasama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman untuk mengembangkan obat bagi penderita Covid 19 dengan menggunakan plasma darah pasien yang telah dinyatakan sembuh Covid 19 (15/4/2020) dan ini telah dilakukan memorandum of understanding (MoU) oleh kedua lembaga ini. Terapi ini telah dilakukan oleh beberapa negara salah satunya Cina, dan cukup memberikan dampak positif bagi penderita Covid 19.
Pemberian terapi dilakukan dengan cara memasukkan plasma darah penuh antibodi milik pasien yang telah sembuh ke tubuh penderita Covid 19. Untuk diketahui komponen darah itu terbagi dua, yaitu komponen seluler yang terdiri dari sel darah merah, leukosit, dan trombosit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/direktur-unit-transfusi-darah-pmi-kota-banda-aceh.jpg)