Selasa, 14 April 2026

Opini

Harapan Pengobatan Covid 19  

Bisa dipastikan, Ramadhan kali ini akan berbeda dengan sebelumnya akibat pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia

Editor: hasyim
IST
Dr. TEUKU ILHAMI SURYA AKBAR, M. Biomed, Dosen Fakultas Kedokteran Malikussaleh, Perhimpunan Dokter Transfusi Darah (PDTDI) Wilayah Aceh 

Komponen darah seluler terdiri dari plasma di dalamnya. Plasma merupakan komponen darah yang paling banyak mengandung antibodi di dalamnya, makanya di dalam transfuse darah komponen inilah yang paling sering menyebabkan reaksi transfuse, dan solusi akan hal ini adalah melakukan modifikasi komponen darah dengan cara mengurangi plasma darah yang terdapat dalam komponen darah seperti PRC (Packed Red Cell), dan biasanya modifikasi ini dikenal oleh para ahli dengan sebutan WRC (WashingRedCell).

Terapi convalescent plasma bukanlah kali pertama dilakukan untuk beberapa jenis penyakit sebelumnya terapi ini dilakukan untuk mengobati penyakit SARS, MERS, hantavirus, dan fluburung. Cina merupakan negara pertama yang telah mempraktekkan terapi convalescent plasma. Ujicoba awal diberikan pada 5 orang, kemudian bertambah 12 orang lagi, dan terapi yang diberikan cukup berhasil.

Protokol plasma konvalesen (nama terapi untuk Covid 19) telah disusun dengan melibatkan para ahli. Kriteria yang harus dimiliki oleh pasien yang telah sembuh Covid-19, antara lain usia 18-55 tahun, titer antibody netralisasi SARS-CoV-2 bila dapat diperiksa (titer optimal antibody lebih besar dari 1:320), berat badan lebih dari 50 kilogram, tidak memiliki penyakit penyerta.

Selain itu, mampu mendonorkan darahnya karena pengambilan darah akan menggunakan metode apheresi, dimana metode ini darah yang diambil bisa lebih banyak (maksimal) dan komponen darah yang ingin diambil dapat diatur sehingga darah yang tidak diinginkan dapat kembali lagi ke dalam tubuh pendonor.

Sehingga metode pengambilan darah yang dilakukan berbeda dengan pengambilan darah donor biasanya yang diambil adalah darah lengkap (whole blood) yang hanya memakan waktu kurang dari 15 menit, dan metode ini waktu yang dibutuhkan dalam pengambilan darahnya bisa mencapai satu jam sesuai dengan jumlah darah yang diambil (Informasi seleksi donor sesuai dengan PMK No 91 THN 2015).

Alat apheresis sebagai suatu alat utama pengujian sebenarnya telah dimiliki juga oleh PMI, dalam hal ini Unit Donor Darah Kota Banda Aceh. Besar harapan jika uji coba ini berhasil Aceh dapat secara mandiri memberikan pengobatan di wilayahnya bagi penderita-penderita Covid 19 ini.

Infectious Diseases Society of America (IDSA) telah mengeluarkan rekomendasi no. 7. "Rekomendasi no. 7 yang dikeluarkan IDSA menyebutkan bahwa convalescent plasma bukanlah pengobatan terakhir, dan masih belum banyak pengalaman klinis terkait pengobatan tersebut."

Butuh studi lebih banyak yang diobservasi secara ketat untuk membuktikan efektivitasnya. Besar harapan kita di bulan penuh makfirah ini penelitian terkait pengobatan Covid 19 ini dapat berhasil, sehingga aktivitas kita yang selama ini kita laksanakan dapat kembali seperti sedia kala. Amiin

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved