Minggu, 12 April 2026

Update Banjir di Subulussalam

Banjir Mulai Rendam Rumah Penduduk Subulussalam di Rundeng, Ini Ketinggian Air

banjir masih terjadi di wilayah Kota Subulussalam khususnya yang berada di kawasan aliran sungai Souraya seperti Sultan Daulat dan rundeng

Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Bencana banjir melanda sebagian wilayah Kota Subulussalam khususnya yang berada di kawasan aliran sungai Souraya seperti di Kecamatan Rundeng, Sabtu (2/5/2020). 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Bencana banjir hingga kini masih terjadi di wilayah Kota Subulussalam khususnya yang berada di kawasan aliran sungai Souraya seperti Sultan Daulat dan Rundeng.

Informasi terakhir, Sabtu  (2/5/2020) banjir yang terjadi akibat curah hujan di Kota Subulussalam dan kiriman dari Aceh Tenggara kini menyergap sebagian besar wilayah Kecamatan Rundeng.

Camat Rundeng, Irwan Faisal SH yang dikonfirmasi Serambinews.com membenarkan ratusan rumah penduduk di wilayahnya mulai digenangi banjir.

BREAKING NEWS - Wilayah Aceh Singkil Mulai Direndam Banjir

Menurut Irwan Faisal, banjir mulai naik di wilayah kecamatan yang dia pimpin sejak Jumat (1/5/2020) kemarin.

”Sudah mulai banjir, memang baru merendam rumah warga dan biasa terus naik,” kata Faisal

Banjir yang melanda Rundeng akibat luapan air Sungai Souraya akibat hujan yang terus mengguyur Kota Subulussalam.

Selain itu, bencana banjir diperparah kiriman dari Kutacane Aceh Tenggara. Menurut Faisal ketinggian air dari permukaan sungai mencapai 1,5 meter.

Faisal menyebutkan sejumlah desa yang rumah penduduknya direndam banjir seperti Tualang, Panglima Sahman, Sibungke, Mendilam dan Suak Jampak.

PUPR Nagan Raya Lapor Jalan Longsor ke Balai Jalan dan Jembatan di Banda Aceh

Kemudian banjir juga merendam badan jalan di Mendilam, Panglima Sahman hingga Oboh.

Tahun lalu, banir juga menghantam wilayah Rundeng termasuk  lahan pertanian hingga akses jalan di daerah ini.

Bahkan kala itu, akibat banjir 60 hektar lahan pertanian jagung milik masyarakat Kecamatan Rundeng  dipastikan gagal panen.

Faisal menambahkan, sudah menjadi kebiasaan dampak banjir akibat meluapnya Sungai Souraya baru terjadi bulan Desember.

Namun kali ini banjir terjadi di awal tahun atau menjelang pertengahan tahun.

Ini menurut Faisal sudah menjadi peristiwa yang jarang terjadi Lebih jauh Faisal mengatakan, dia terus  menggerakkan tim guna memberikan mengantisipasi dampak banjir terhadap masyarakat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved