Corona Serang Dunia
Vaksin Ebola Dicoba ke Pasien Covid-19
emerintah Amerika Serikat, AS, Jumat (1/5/2020) mulai mencoba vaksin Remdesivir, obat antivirus yang awalnya dikembangkan untuk mengobati Ebola.
SERAMBINEW.COM, WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat, AS, Jumat (1/5/2020) mulai mencoba vaksin Remdesivir, obat antivirus yang awalnya dikembangkan untuk mengobati Ebola.
Presiden AS, Donald Trump memberi lampu hijau untuk digunakan setelah ujicoba ditemukan fakta, bahwa dapat meningkatkan pemulihan pasien COVID-19 yang parah.
"Ini benar-benar situasi yang sangat menjanjikan," kata Trump pada hari Jumat di Gedung Putih.
Obat itu dimasukkan ke dalam genom virus, menyebabkan proses replikasi hubungan pendek.
Persetujuan datang ketika para pemimpin AS berjuang dengan tekanan semakin besar dari warga negara yang bosan dengan perintah tinggal di rumah.
• Disinfektan Sebabkan Banyak Kasus Keracunan di AS, Donald Trump Tak Mau Bertanggung Jawab
• Donald Trump Klaim Sinar Mahatari Dapat Mematikan Virus Corona, Begini Tanggapan Ilmuwan
• Ingin Melindungi Pekerja di AS, Donald Trump Hentikan Izin Tinggal Pendatang Selama 60 Hari
Trump ingin perubahan haluan sebagai ekonomi terbesar di dunia dengan puluhan juta orang menganggur akibat pandemi virus Corona.
Lebih dari 3,3 juta kasus infeksi secara resmi didiagnosis di 195 negara, termasuk 1,5 juta di Eropa saja.
Angka itu kemungkinan hanya sebagian kecil dari kasus nyata karena pengujian masih terbatas.
Amerika Serikat memiliki kematian terbanyak dengan lebih dari 65.000 orang.
Diikuti Italia dengan 28.236 orang.
Inggris dengan 27.510 orang.
Spanyol dengan 25.100 kematian.
Perancis dengan 24.594 kematian.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/vaksin-untuk-virus-corona.jpg)