Jumat, 5 Juni 2026

Virus Corona Serang Dunia

Malaysia Longgarkan Lockdown, Pekerja Asing Wajib Jalani Tes Corona

Kebijakan ini diambil setelah penularan terjadi di kalangan pekerja migran di sebuah proyek bangunan di Kuala Lumpur minggu lalu.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com
Ilustrasi perawatan pasien positif terinfeksi virus corona.(Shutterstock/Kompas.com) 

SERAMBINEWS.COM - Seluruh pekerja asing di Malaysia diharuskan menjalani tes viruis corona, saat Pemerintah Malaysia mulai melonggarkan aturan lockdown yang sudah berlangsung enam minggu.

- Tes Wajib Bagi Pekerja Migran di Malaysia

- Pemerintah Malaysia mengatakan majikan harus membayar biaya tes wajib

- Malaysia pernah menahan pekerja gelap agar mencegah penyebaran COVID-19

- Ada sekitar 2 juta pekerja asing yang terdaftar resmi di Malaysia

Ribuan warga Malaysia memulai kembali kegiatan mereka hari Senin (4/5/2020) dengan bisnis dibuka kembali untuk pertama kalinya sejak adanya larangan yang dimulai 18 Maret lalu.

Menteri Keamanan Senior Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, mengatakan kepada wartawan bahwa pekerja asing di seluruh sektor sekarang harus menjalani tes virus corona.

Kebijakan ini diambil setelah penularan terjadi di kalangan pekerja migran di sebuah proyek bangunan di Kuala Lumpur minggu lalu.

"Yang membayar biaya tes adalah majikan tempat mereka bekerja," katanya.

Pengumuman tersebut muncul setelah di akhir pekan Malaysia menahan ratusan pekerja gelap, yang kemudian mendatangkan kritikan dari PBB dan kelompok HAM.

Menteri Yaakob sebelumnya membela upaya penahanan tersebut dengan mengatakan semua mereka yang ditangkap sudah dites dan hasilnya negatif.

Di negeri tetangga Singapura, ribuan kasus baru virus corona terjadi di pemukiman tempat tinggal pekerja migran asing.

Di Malaysia terdapat sekitar 2 juta pekerja asing yang sudah terdaftar, namun pihak berwenang mengatakan jumlah mereka yang tak memiliki dokumen sah lebih banyak lagi.

Para pekerja migran ini kebanyakan berasal dari Indonesia, Bangladesh, India dan Nepal

Meski kasus meningkat, pemerintah longgarkan aturan
Sampai pertengahan April, Malaysia memiliki kasus positif tertinggi COVID-19 di Asia Tenggara.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved