Virus Corona Serang Dunia
Malaysia Longgarkan Lockdown, Pekerja Asing Wajib Jalani Tes Corona
Kebijakan ini diambil setelah penularan terjadi di kalangan pekerja migran di sebuah proyek bangunan di Kuala Lumpur minggu lalu.
Hari Minggu tercatat ada 122 kasus baru, angka tertinggi sejak 14 April, dengan keseluruhan kasusnya adalah 6.300.
Menurut data dari Johns Hopkins University, jumlah kematian di Malaysia adalah 105.
Sembilan dari 13 negara bagian di Malaysia sudah menyampaikan keengganan mereka soal pelonggaran aturan ini, mereka menunda atau memperkuat aturan, karena khawatir meningkatnya kasus.
Negara bagian Sabah di pulau Kalimantan, memiliki ladang kelapa sawit terbesar di Malaysia, mengatakan akan tetap menerapkan penutupan sampai tanggal 12 Mei.
Menurut Menteri Besar Sabah Shafie Apdal 'lockdown' tetap perlu dilakukan untuk memastikan warga tidak ada yang tertular virus corona.
Namun banyak juga bisnis yang ingin beroperasi kembali, termasuk perusahaan teknologi Qdos yang ingin meningkatkan produksi.
Perusahaan itu bergerak di bidang peralatan medis.
Jeffrey Hwang, Direktur Eksekutif dari Qdos mengatakan 'keamanan karyawan' tetap akan menjadi hal utama di tempat kerja mereka.
• Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar Bersama Wakilnya Sidak ke Puskesmas Kopelma Darussalam
• Presiden Rusia Beri Medali Penghargaan PD II untuk Kim Jong Un
• Heboh, Legenda Tinju Dunia Mike Tyson Kembali Naik Ring, Video Latihannya Seram Bikin Viral
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Malaysia Longgarkan 'Lockdown', Pekerja Asing Kini Wajib Jalani Tes Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasien-covid.jpg)