Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Malik Mahmud Harapkan Meuligoe Wali Nanggroe Jadi Tempat Ratas Kabinet Jokowi

Teuku Eddy maupun Rizayati menyatakan siap bekerja ekstra untuk mewujudkan hal tersebut, terutama menyangkut penuntasan butir-butir MoU Helsinki.

Tayang:
Penulis: Jamaluddin | Editor: Jamaluddin
DOK TIM INDONESIA TERANG
Penggagas sekaligus Pengelola Program "Indonesia Terang," Hj Rizayati (dua kiri), dan Direktur Eddie Foundation, Teuku Eddy Faisal Rusydi (kanan), foto bersama dengan Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al-Haytar (tengah), seusai pertemuan di Meuligoe Wali Nanggroe, kawasan Gampong Lamblang Manyang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin (4/5/2020). 

Terhadap permintaan Tgk Malik Mahmud Al-Haytar, Teuku Eddy maupun Rizayati menyatakan siap bekerja ekstra untuk mewujudkan hal tersebut, terutama menyangkut penuntasan butir-butir MoU Helsinki yang hingga kini ada belum selesai.

Laporan Jamaluddin I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al-Haytar, berharap Meuligoe Wali Nanggroe yang berlokasi di kawasan Gampong Lamblang Manyang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, bisa digunakan untuk berbagai kegiatan Pemerintah Pusat.

Salah satunya, sebagai tempat rapat terbatas (ratas) kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

AS Sebut Cina Jadi  Musuh Besar, Cina Cap ‘Gila’ Menlu Mike Pompeo

Bank Aceh Beri Relaksasi Rp 207 M

Harapan itu disampaikan Malik Mahmud saat menerima kunjungan silaturahmi Penggagas sekaligus Pengelola Program “Indonesia Terang,” Hj Rizayati SH MM, bersama Direktur Eddie Foundation, Dr (Cn) Teuku Eddy Faisal Rusydi SHI MSc CM CTT(K), di meuligoe setempat, Senin (4/5/2020) siang.

Dalam pertemuan itu, Wali Nanggroe didampingi staf khususnya, Dr Rafiq.

Serambinews.com memperoleh informasi tersebut dari Teuku Eddy saat mengunjungi Kantor Serambi Indonesia di Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, bersama Rizayati, Senin (4/5/2020) sore.

Menurut Eddy, ada beberapa alasan sehingga Wali Nanggroe berharap hal tersebut.

Nuzulul Quran pada Malam 17 Ramadhan, Ini Amalan yang Dilakukan Rasulullah SAW dan Penjelasannya

Meski Mendirikan Salat, Allah Menyebutkan Orang Ini dalam Kondisi Celaka, Ini Tafsir Surat Al-Maun

“Meuligoe itu tempatnya luas dan layak, sehingga dapat menampung orang dalam jumlah besar.

Hal ini juga sebagai salah bentuk penguatan perdamaian Aceh. Sebab, Aceh adalah rules model perdamaian dunia,” jelas Teuku Eddy mengutip Malik Mahmud.

“Gedungnya bagus. Jadi, sangat layak untuk pertemuan tamu negara di situ. Kan, kasihan juga gedung yang besar tidak kita fungsikan secara maksimal.

Semoga ke depan acara-acara besar kenegaraan sesekali bisa dilaksanakan di Meuligoe Wali Nanggroe,” timpal Rizayati.

Teuku Eddy mengungkapkan, banyak hal yang dibahas dalam silaturahmi yang berlangsung dua jam lebih mulai pukul 14.00 WIB tersebut.

Salah satu fokus pembahasan, sebutnya, adalah masalah kelanjutan penuntasan pelaksanaan butir-butir MoU Helsinki yang belum selesai.

Staf RSUD Pijay Tak Masuk Kantor 14 Hari, Ternyata Saat Ditemukan Telah Meninggal di Dalam Rumah

Tak Terima Orangtuanya Ditikam, Seorang Siswa di Maluku Tengah Nekat Bacok Gurunya

“Sebenarnya, Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah membentuk tim khusus untuk menangani masalah ini yang diketuai Pak Moeldoko.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved