Ramadhan
Sejarah Panjang Masjid Lautze, Begini Peran BJ Habibie
Hingga kini, Masjid Lautze berdiri dengan misi menyebarkan ajaran muslim di wilayah Pecinan, khususnya kepada etnis Tionghoa.
Ketua Yayasan Haji Karim Oei, H Ali Karim Oei (65) mengatakan, masjid itu dibangun pada tahun 1993 atau dua tahun setelah Yayasan Haji Karim Oei didirikan.
"Awalnya ruko yang disewa untuk tempat ibadah.
Juga sebagai tempat berdakwah agar etnis Tionghoa mengenal Islam," ujar Ali kepada Tribun Network.
• Catat! Ini Jadwal THR PNS Cair
• Kim Jong Un Menghilang Tiga Minggu, Ini Tanggapan Korsel
Dekorasi, kata Ali, sengaja dengan nuansa kelenteng.
Karena dengan begitu, warga etnis Tionghoa pun mau datang untuk sekadar mencari ilmu.
"Dekor nuansa Cina supaya orang Cina itu mau datang dan begitu datang dia merasa di rumah sendiri," imbuh Ali.
Diresmikan Habibie
• Jika Politisasi Bansos Corona, Ini Sanksi Bagi Petahana
• Positif Corona, Suami Istri Terpaksa Tinggalkan Balita di Rumah
Di depan masjid terpampang papan bahwa masjid diresmikan oleh Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie.
Ada cerita dibalik itu.
Menurut Ali, mereka sempat tak sanggup membayar uang bunga ke bank.
Kala itu, ia menulis surat ke Presiden Kedua Indonesia Soeharto.
• Psikolog Ini Bagikan 7 Tips Cara Efektif Melatih Anak Berpuasa
• Anak Djoko Santoso Minta Doa untuk Kesembuhan Ayahnya, Begini Sekarang Kondisi Mantan Panglima TNI
"Akhirnya saya tulis surat ke Pak Harto ceritakan tujuan kita masalah pembauran, masalah ini," ujar Ali Karim.
Tujuh hari setelah bersurat, Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi menelepon.
Habibie juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI).
"Seminggu kemudian Pak Habibie yang telepon, baru berdiri ICMI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/masjid-lautze.jpg)