Sudah 4 Santri Aceh dari Magetan Positif Covid-19
Satu lagi santri dari pondok pesantren (ponpes) Al-Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur, berinisial IJ (16) terkonfirmasi positif Covid-19
BANDA ACEH - Satu lagi santri dari pondok pesantren (ponpes) Al-Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur, berinisial IJ (16) terkonfirmasi positif Covid-19. IJ diketahui terinfeksi berdasarkan uji swab yang hasilnya diperoleh tanggal 29 April 2020 lalu, namun tertunda diumumkan.
Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Aceh, Saifullah Abdulgani, mengatakan, IJ merupakan teman sepengajian dengan AJ, MAH, dan MG yang juga terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan demikian, jumlah kasus positif pada klaster Magetan saat ini sudah bertambah menjadi empat kasus.
"Sudah empat kasus konfirmasi positif Covid-19 di Aceh dari klaster Pompes Temboro, Magetan," ujar Saifullah Abdulgani, Senin (4/5/2020).
Pria yang akrab disapa SAG ini menjelaskan, IJ diketahui terindikasi terpapar virus Corona berdasarkan uji swab yang hasilnya diperoleh tanggal 29 April 2020. Namun pada saat itu tidak langsung diumumkan karena menunggu kepastian dari hasil uji swab lanjutan. “Indikasi terpapar virus Corona itu ditunda publikasinya karena menunggu hasil uji swab untuk konfirmasi, dan hasilnya diperoleh sore tadi,” imbuhnya.
IJ dikatakan SAG, awalnya periksa dengan rapid test oleh tim medis RSUD Aceh Tamiang pada 23 Maret 2020 dan hasilnya reaktif. Pada 24 April 2020, tim medis mengambil cairan tenggorokan dan cairan hidung IJ untuk diperiksa di Balai Litbangkes Aceh, dan pada hari yang sama IJ juga dirujuk ke RSUZA Banda Aceh.
Kemudian, lanjut SAG, sesuai protokol penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, tim medis RSUZA mengambil swab IJ sehari setelah dirawat, dan diambil swab berikutnya pada hari kedua perawatannya. Kedua swab itu dikirim ke Balai Litbangkes Aceh di Lambaro.
“Pihak Balai Litbangkes Aceh ternyata menerima ketiga swab IJ itu pada hari yang sama dan langsung melakukan analisa dan diperoleh hasilnya pada 29 April 2020, menjelang magrib,” ujar SAG.
Hasil uji sweb IJ dari RSUD Tamiang konfirmasi positif Covid-19, sedangkan dua sampel swab dari RSUZA menunjukkan hasil negatif. Melihat hasil yang berbeda tersebut, lanjut SAG, diputuskan dilakukan uji konfirmasi dengan swab berikutnya.
Pada 30 April 2020, cairan tenggorokan dan hidung IJ kembali diambil untuk diperiksa dan pada Senin (4/5/2020) kemarin dan diperoleh hasilnya negatif. “Hal ini menunjukkan, IJ konfirmasi positif Covid-19 sebelum mendapatkan perawatan tim medis RSUZA Banda Aceh, dan setelah sekitar 10 hari dirawat di ruang isolasi Pinere, IJ sudah terbebaskan dari virus Corona,” jelas Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh ini.
Meski IJ telah terbebas dari virus Corona, namun SAG menjelaskan, IJ tetap harus dicatat sebagai kasus Covid-19 Aceh yang ke-13 untuk konsistensi data epidemiologis pandemi virus Corona di Aceh. Saat ini, IJ masih dirawat di ruang isolasi Pinere RSUZA dan menunggu dijemput oleh Tim Gugus Tugas Kesehatan Pemkab Aceh Tamiang.
Jumlah Kasus
Lebih lanjut SAG mengatakan, dari 13 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh saat ini, sebanyak 3 orang dalam perawatan, 9 orang sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia. “Kasus meninggal ini terjadi pada Maret 2020, kasus lama,” timpalnya.
Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) hingga Senin (4/5/2020) pukul 15.00 WIB, terdata sebanyak 1.914 orang. Ada penambahan sebanyak 3 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Dari jumlah itu, yang sedang dalam pemantauan sebanyak 200 orang dan sudah selesai pemantauan sebanyak 1.714 orang.
Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP), jumlahnya masih tetap seperti kemarin, yakni 90 orang. Rinciannya, dalam perawatan rumah sakit sebanyak 6 orang, yang sembuh 83 orang, dan meninggal 1 orang. “Kasus meninggal PDP juga kasus lama,” demikian SAG.(yos)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/satgas-gugus-tugas-percepatan-penanganan-covid-19-aceh-tenggara-melakukan-rapid-test.jpg)