Breaking News:

Opini

Ikan, Kecerdasan, dan Daya Tahan Tubuh  

Ikan adalah salah satu sumber gizi hewani yang murah sehingga dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat

Editor: hasyim
Ikan, Kecerdasan,  dan Daya Tahan Tubuh   
IST
Prof. Dr. Muchlisin Z. A., S.Pi, M.Sc Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsyiah, Ketua Pusat Studi Kelautan dan Perikanan Unsyiah

Prof. Dr. Muchlisin Z. A., S.Pi, M.Sc

Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsyiah, Ketua Pusat Studi Kelautan dan Perikanan Unsyiah

Ikan adalah salah satu sumber gizi hewani yang murah sehingga dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Komponen yang paling besar dan paling penting pada daging ikan adalah protein yang dapat mencapai 20-40%, berbeda dengan protein yang bersumber dari bahan nabati, protein yang berasal dari ikan lebih mudah dicerna sehingga aman bagi sistim pencernaan termasuk bayi dan manula.

Fungsi utama protein adalah sebagai zat pembangun dan pemelihara sel-sel tubuh. Anak-anak lebih banyak memerlukan protein karena sedang masa pertumbuhan, termasuk sel-sel otak yang akan menentukan kecerdasan dan sitem imun tubuh setelah dewasa.

Protein pada ikan tersusun atas asam-asam amino esensial dan nonesensial. Salah satu jenis asam amino penting yang ada pada daging ikan adalah taurin yang berperan penting dalam pembentukan sel-sel otak pada bayi dan anak-anak.

Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk memberikan ikan pada menu makanan bayi yang telah selesai masa ASI ekslusif dan anak-anak yang dalam masa pertumbuhan.

Selain Taurin, protein pada ikan juga mengandung lisin dan triptopan yang berperan penting dalam pembentukan imunoglobulin atau antibodi (membangun sistim imun) yang berfungsi untuk melawan infeksi yang diakibatkan oleh masuknya benda asing penyebab penyakit ke dalam tubuh seperti bakteri dan virus.

Salah satu bentuk protein pada ikan adalah albumin, jenis protein ini banyak terdapat pada ikan gabus atau "engkot bacei". Albumin berfungsi antara lain untuk mempercepat penyembuhan luka dan bengkak, dan mengatasi penyakit diabetes.

Oleh karena itu orang yang baru menjalani operasi, ibu yang baru selesai melahirkan atau anak yang baru selesai khitan sangat dianjurkan mengonsumsi ikan gabus supaya bekas lukanya cepat sembuh.

Selain ikan gabus, ikan sidat (ileah atau nijea) dipercaya dapat menjadi makanan penambah vitalitas (aphrodisiac) dan anti-oksidan karena kaya dengan beta karoten (vitamin A) yang salah satu berfungsinya sebagai anti-aging (awet muda).

Jumlah kebutuhan protein pada manusia berkisar 1-2 gram per kg berat badan, jika seseorang dengan berat badan bersih adalah 50 kg, maka kebutuhan proteinnya berkisar 50-100 gram per hari.

Jika kita perkirakan daging ikan memiliki kandungan protein rata-rata 30%, dan sumber protein hewani kita semata-mata dari ikan, maka kita perlu mengonsumsi ikan sebanyak 170-330 gram per hari. Ini artinya jumlah konsumsi ikan yang minimal bagi seseorang adalah 62 kg per tahun.

Menurut data tahun 2019 tingkat konsumsi ikan di Aceh rata-rata berkisar 57 kg/orang/tahun, sudah lebih tinggi dari tingkat konsumsi rerata nasional (55,95 kg per kapita per tahun). Namun masih perlu ditingkat untuk mencapai tingkatan minimum yang diperlukan. Negara dengan tingkat konsumsi ikan tertinggi di dunia adalah Jepang (>86 kg/kapita/tahun).

Kadungan gizi kedua yang penting dalam daging ikan adalah asam lemak, namun berbeda dengan lemak pada umumnya. Lemak pada ikan tergolong lemak tidak jenuh yang mengandung asam lemak esensial yang penting bagi kesehatan tubuh.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved