Dampak Covid 19

Dampak Covid-19 di Aceh Tengah, Harga Kopi Gayo Rp 6.000 per Bambu

Pemerintah Aceh Tengah dinilai belum punya solusi untuk mengatasi anjloknya harga kopi petani di kabupaten ini.

Seorang petani kopi warga Kampung Blanggele, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (13/10), sedang memetik buah kopi. Sebagian besar lahan kebun kopi milik warga di daerah itu, telah memasuki masa panen. SERAMBI/MAHYADI 

Laporan Fikar W Eda | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Harga kopi Gayo di tingkat petani  benar benar-benar jatuh pada titik terendah akibat pandemi Covid-19. Kopi gelondong (chary) dihargai   Rp 6.000 per bambu setara 1,3 Kg, dari Rp 12.000 sebelum pandemi.

Dua petani kopi Gayo di Aceh Tengah, Zam Zam Mubarak dan Win Nata Gayo mengabarkan pahitnya harga kopi itu,  Kamis (7/5/2020).

Keduanya mengatakan,  sementara ongkos  panen mencapai  Rp 25.000 per kaleng atau 10 bambu setara 13,3 Kg. 

Harga grean bean (biji hijau) saat ini dibawah Rp 65.000 per Kg. Sebelumnya selalu di atas Rp 65.000 untuk jenis kopi asalan.

"Harga sangat jatuh sekarang. Dipotong ongkos panen (ngutip), praktis petani tidak bisa bawa pulang apa-apa," kata Win Nata yang berdomisili di Pegasing Aceh Tengah.

Keluhan rendahnya harga kopi udah berulang kali disampaikan. Tapi menurut Zam Zam Mubarak, Pemerintah Aceh Tengah  belum punya solusi untuk menolong keadaan yang sangat memprihatinkan petani itu.

“Kita belum mendengar labgkah penyelamatan yang diambil oleh Pemerintah Aceh Tengah. Ini selalu kita tunggu," ujar Zam Zam yang juga seorang entrepeuner kopi.

Keluhan rendahnya harga juga disampaikan dua pengusaha bubuk kopi dan roasting kopi, Bahrul Efendi dari Aroma Gayo dan Roni Ilyandi dari usaha Kenary Kopi.

Toni mengatakan, apabila selama ini dia mengirim 1000 botol kopi kemasan per minggu, sejak Covid-19 pesanan turun drastis. Hal serupa disampaikan Bahrul Efendi yang biasa melayani pengiriman bubuk kopi ke luar daerah mencapai 500 Kg saat ini tinggal 20 persen saja. Itu pun hanya pesanan pribadi.

Zam Zam Mubarak mendesak Pemerintah segera mengambil langkah tepat mengatasi nasib petani kopi. "Harus ada usaha penyelamatan, tapi ini yang belum dilakukan," tukas Zam Zam.(*)

Ayah Khabib Nurmagomedov Negatif Corona, Tapi Kondisi Kesehatan Ayahnya Abdulmanap Menurun

Tampil di Tengah Covid-19, Penari Kuil Erawan di Thailand Kenakan Pelindung Wajah Transparan

Roy Kiyoshi Ditangkap Polisi, Diduga Terkait Narkoba

Muslim: Bantu Petani, Pemerintah dan BUMN Agar Borong Kopi Gayo  

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved