Breaking News

Update Corona di Aceh Tamiang

Didesak Banyak Pihak, Pendirian Posko Perbatasan Aceh Tamiang Butuh Delegasi dari Gubernur

“Kasih pendelegasian untuk saya, nanti kami dirikan posko di perbatasan. Jadi ada landasan hukum. Ini bukan STM (serikat tolong menolong) yang bisa...

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
SERAMBI/RAHMAD WIGUNA
Direktur Polair Polda Aceh, Kombes Jemmy Rosdiantoro bersama Bupati Aceh Tamiang, Mursil saat memantau jalur pantai menggunakan helikopter, Kamis (9/4/2020). Polda Aceh mengerahkan satu unit helikopter dan lima kapal untuk mendukung patroli udara dan laut. 

“Saya setuju kalau posko ini seharusnya di perbatasan, agar semua yang masuk termonitor. Tapi kita tidak bisa bermain di situ, itu wewenang provinsi,” kata Mursil, Kamis (7/5/2020.

Mursil mengaku, tidak mau memaksakan diri mengucurkan anggaran untuk kebutuhan posko di perbatasan karena akan berbenturan dengan hukum.

Dia memastikan, alokasi anggaran untuk posko perbatasan akan menjadi temuan BPK yang bisa berujung ke jalur pidana.

Tim Gabungan di Aceh Timur Bagikan Takjil dan Masker pada Pengguna Jalan, Ini Jumlahnya

Dia berharap, DPRA asal dapil Langsa - Aceh Tamiang mendukung kinerja Pemkab Aceh Tamiang.

Dengan mendorong Gubernur Aceh, untuk mengeluarkan delegasi pendirian posko di perbatasan.

“Kasih pendelegasian untuk saya, nanti kami dirikan posko di perbatasan. Jadi ada landasan hukum. Ini bukan STM (serikat tolong menolong) yang bisa suka hati kita turunkan anggaran, kalau diaudit kita jadi salah,” ungkapnya.

Anggaran sangat terbatas

Tim Gabungan di Aceh Timur Bagikan Takjil dan Masker pada Pengguna Jalan, Ini Jumlahnya

Selain keterbatasan wewenang menjaga jalur perbatasan, Pemkab Aceh Tamiang juga dihadapi persoalan minimnya anggaran.

Sejauh ini, anggaran yang disediakan untuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh Tamiang hanya Rp 3 miliar.

“Sebenarnya ada Rp 9 miliar, tapi baru sebatas angka, belum ada uangnya. Kalau uang cash (tunai) kita hari ini hanya Rp 3 miliar,” kata Mursil yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Aceh Tamiang, Kamis (7/5/2020).

Anggaran Rp 9 miliar ini kata dia, masih terus dalam pembahasan.

Karena diperoleh melalui refocusing anggaran.

Dana ini nantinya, akan digunakan untuk kesehatan dan untuk membantu warga yang terdampak Covid-19.

Sejauh ini, Mursil belum bisa memprediksi kebutuhan anggaran yang dibutuhkan untuk menanggulangi virus asal Wuhan ini.

“Tergantung panjang pendeknya penyebaran virus ini. Kalau sampai akhir tahun, tentu anggaran yang dibutuhkan jauh lebih besar lagi,” tuturnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved