Breaking News:

Luar Negeri

Anak-anak Palestina Terancam Tak Bisa Sekolah Lagi

adan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Jumat (8/5) menegaskan anak-anak Palestina, termasuk yang mengungsi di luar negeri

Editor: M Nur Pakar
AFP/JAAFAR ASHTIYEH
Seorang remaja melempar batu ke arah tentara Israel di tengah-tengah kobaran api dari ban bekas saat bentrok dengan tentara Israel di Kfar Qaddum, Tepi Barat, Palestina, Jumat (8/5/2020). 

SERAMBINEWS,COM, RAMALLAH- Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Jumat (8/5) menegaskan anak-anak Palestina, termasuk yang mengungsi di luar negeri terancam tidak bisa sekolah lagi.

Badan itu meminta bantuan kepada masyarakat internasional sebesar 93,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Dilansir AFP, Jumat (8/5/2020), badan bantuan itu beralasan warga Palestina di seluruh Timur Tengah menderita dampak sosial-ekonomi yang menghancurkan.

Disebutkan, dana itu untuk bantuan makanan dan uang tunai kepada mereka yang kurang mampu selama tiga bulan.

Sedangkan jumlah pengungsi Palestina yang terinfeksi COVID-19 masih rendah.

Sebagian bekerja di sektor informal dan menghadapi dampak ekonomi yang menghancurkan akibat krisis, kata UNRWA.

Di Jalur Gaza, di mana mayoritas dua juta penduduk adalah pengungsi, maka angka pengangguran dapat melonjak dari 50 hingga 70 persen karena krisis, kata Matthias Schmale, Kepala UNRWA di wilayah Palestina.

Dia memberikan dukungan bagi jutaan pengungsi Palestina di Timur Tengah, terutama di Jordania, Lebanon, Suriah, Tepi Barat, dan Gaza.

Dikatakan, dana itu akan digunakan juga untuk layanan sekolah dan medis, dengan organisasi sering beroperasi secara de facto di kamp-kamp pengungsi.

Raja Salman: “Palestina Tetap Menjadi  Masalah Utama Orang Arab dan Muslim”

Saudi Bantu Palestina Rp 36 Miliar, Israel Izinkan Kembali Warga Palestina Bekerja 

Masjid Al-Aqsa Ditutup, Warga Palestina Shalat Jumat di Luar

Disebutkan, tanpa dana sekolah, maka jutaan anak Palestina mungkin tidak dapat sekolah lagi, kata pejabat UNRWA.

Amerika Serikat, yang secara tradisional sebagai pendonor terbesar untuk organisasi itu, sekitar 300 juta dolar ASper tahun, memotong semua dana untuk badan tersebut pada 2018 ketika hubungan dengan pemerintah Palestina terputus.

UNRWA tidak berafiliasi dengan pemerintah dan menuduh Trump mempolitisasi bantuan kemanusiaan.

Elizabeth Campbell, direktur agensi Washington, mengatakan pada konferensi pers online bahwa mereka meluncurkan permohonan di tengah-tengah krisis keuangan terbesar dalam sejarah.

Pada Maret 2020, 59 anggota Kongres AS menulis kepada administrasi Trump mendesaknya untuk mengembalikan dana ke Palestina.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved