Warga Aceh Korban Amuk Massa

Ini Permintaan Ibu dari Korban Amuk Massa di Tangerang Sebelum Dikebumikan

Ibu korban, Nuraini (60), tak kuasa membendung air matanya setelah mendengar kabar duka dialami anaknya, Muhammad Basri pada Jumat (8/10/2020).

Foto kiriman warga
Ibu korban bernama Nuraini janda asal Desa Teupin Gajah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara tak kuasa membendung air matanya setelah mendengar kabar duka terhadap anaknya Muhammad Basri, Minggu (10/5/2020). 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Nuraini (60) janda asal Desa Teupin Gajah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara tak kuasa membendung air matanya setelah mendengar kabar duka terhadap anaknya Muhammad Basri pada Jumat (8/10/2020).

Diberitakan sebelumnya Muhammad Basri, pria kelahiran Teupin Gajah Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara dan Ber-KTP Gampong Leuge, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur meninggal dunia setelah jadi korban amuk massa.

Amuk massa tersebut karena salah paham yang terjadi di kawasan Jalan Raya Wana Kencana Sektor 12,4 Ciater Tagerang, Banten, Jumat (8/5/2020) sekitar pukul 00:21 WIB dini hari.

Ibu korban mendapat informasi tersebut setelah dikabari anaknya/adik korban Saiful (28) yang kini tinggal di Desa Teupin Gajah Kecamatan Tanah Jambo Aye. Saiful mengetahui abangnya tersebut diamuk massa setelah beredar di media sosial.

Lalu, Saiful menghubungi kakak Iparnya (Istri korban), Irawati (37) Warga Desa Leuge Kecamatan Peureulak Aceh Timur untuk memastikan informasi tersebut. Almarhum selama ini bekerja sebagai sopir truck Cargo Ciater di Tangerang Selatan dan sudah tiga tahun meratau di kawasan Jakarta.

Pada Minggu (10/5/2020), Nuraini dihubungi oleh istri korban yang ikut bersama rombongan Persatuan Aceh Serantau (PAS) yang mengantar jenazah sdalam perjalanan. Almarhum meningalkan istri bersama dua anaknya, Muhammad Farel (12) dan Muhammad Fadil (8)

Ibu lima anak ini sudah lama tidak melihat wajah korban. Karena itu ia menitip pesan kepada warga desa sebelum dikebumikan, jenazah dibawa masuk ke dalam rumah terlebh dahulu.

“Ibu korban meminta supaya ketika jenazah untuk dibawa masuk dulu, kemudian dishalatkan,” ujar Keuchik Teupin Gajah Kecamatan Tanah Jambo Aye, Muhammad Yusuf kepada Serambinews.com.

Nuraini mengaku ingin melihat untuk terakhir kali wajah anaknya. Apalagi sudah lama tidak melihat setelah merantau. “Jadi nanti kami akan bawa masuk dulu jenazah ke rumah, tapi tidak dimandikan lagi, kemudian setelah dishalatkan baru dibawa ke kuburan keluarga untuk dikebumikan,” pungkas Keuchik Teupin Gajah.(*)

Iringan Mobil Membawa Jenazah Muhammad Basri Lintasi Aceh Timur

Korban Amuk Massa di Tangerang akan Dikebumikan di Kampung Halamannya, Begini Persiapan Aparat Desa

Mengenal Said Akram, Maestro Kaligrafi Kontemporer Asal Aceh yang Karyanya Mendunia

Saudi Berubah Haluan, Dari Pemimpin Bombardir Yaman, Jadi Pemimpin Bantuan Kemanusiaan ke Yaman

  

Penulis: Jafaruddin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved